GATRA YUNIOR CETAK SEJARAH: LUDUK ANAK PERDANA WARNAI PENDAK SONGO KE-9 GATRA LUMAJANG  

oppo_32

LUMAJANG. Carut3.Com.— Graha Sastra dan Budaya (GATRA) Lumajang mencetak sejarah baru. Kelompok GATRA YUNIOR, yang tumbuh dari kelas puisi dan teater komunitas ini, tampil perdana menghadirkan pertunjukan Ludruk Anak dengan kisah Asal Mula Sumber Winong.

Pementasan ini menjadi puncak peringatan Pendhak Songo sekaligus bagian dari rangkaian Asia Nusa Festival GRADASI Lumajang, yang berlangsung meriah di Jalan Suprapto, samping Plaza Lumajang, pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026.

Berbagai kegiatan telah menyertai perjalanan menuju malam puncak ini: mulai dari Safari Literasi bersama Duta Baca Indonesia Gol A Gong, even GATRA BMX DRAG, hingga Lomba Cipta dan Baca Puisi Piala Dandim 0821 Lumajang.

Ketua Panitia Pendhak Songo, Rahayu, menyampaikan bahwa pertunjukan ludruk anak ini adalah penutup yang paling istimewa dari seluruh rangkaian kegiatan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya peringatan Pendhak Songo ke-9 ini,” ucapnya tulus.

Sementara itu, Ketua Komunitas GATRA Lumajang, Farida Susanti, menyampaikan rasa syukur mendalam atas perjalanan sembilan tahun GATRA dalam berkarya, membina literasi, dan melestarikan budaya di Lumajang.

“Kehadiran GATRA YUNIOR adalah langkah penting,melalui mereka, kita menanamkan kecintaan terhadap seni tradisional sejak dini.

Kelompok ini diharapkan menjadi ruang kreativitas sekaligus benih regenerasi pelaku seni budaya daerah kita,” ungkap Farida.

Apresiasi juga disampaikan kepada mentor GATRA YUNIOR, Pak Riguk dan Bunda Ely, serta dukungan luar biasa dari para orang tua wali murid.

Turut hadir salah satu pendiri GATRA, Mas Hadi Wasito, yang senantiasa memberi semangat bagi perjalanan komunitas ini.

Kolaborasi ini juga mendapat apresiasi tinggi dari penyelenggara festival.

Sekretaris GRADASI Lumajang, Fitra Abdillah, menyampaikan terima kasih atas konsistensi GATRA dalam menjaga dan menghidupkan budaya daerah.

“Asia Nusa Festival menjadi ruang bersama, bagi UMKM, pegiat seni, dan masyarakat, untuk saling menguatkan dan menampilkan potensi terbaik Lumajang,” ujar Fitra.

Dengan lahirnya GATRA YUNIOR dan pementasan ludruk anak perdana ini, harapan kita sederhana namun bermakna: seni tradisional tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi hidup di hati generasi muda, dan menjadi kebanggaan identitas masyarakat Lumajang selamanya, Pungkasnya. (SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *