PENDAK SONGO: GATRA YUNIOR UKIR SEJARAH, LUDRUK ANAK PERDANA GEMPARKAN KOTA LUMAJANG   

Oplus_131072

LUMAJANG .Carut3.Com.— Di tanah yang kaya cerita ini, Sembilan tahun bukan sekadar menghitung waktu, melainkan menanam harapan.

Graha Sastra dan Budaya (GATRA) Lumajang memasuki usia ke-9, dan di momen istimewa Pendhak Songo ini, sebuah sejarah baru terukir indah: GATRA YUNIOR tampil perdana menghadirkan pertunjukan Ludruk Anak.

Dari kelas puisi dan teater GATRA, anak-anak ini membawakan kisah yang menyatu dengan jiwa tanah kelahiran, asal mula sumber Winong, di panggung Asia Nusa Festival GRADASI Lumajang, Jalan Suprapto, samping Plaza Lumajang, Sabtu (24/10/2026) malam.

Pementasan ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian Pendhak Songo.

Sebelumnya, telah digelar berbagai kegiatan yang menyatukan masyarakat: Safari Literasi bersama Duta Baca Indonesia Gol A Gong, semangat kebersamaan di GATRA BMX DRAG, serta lantang suara jiwa dalam Lomba Cipta dan Baca Puisi Piala Dandim 0821 Lumajang.

Ketua Panitia Pendhak Songo GATRA Lumajang, Rahayu, menyampaikan:

“Malam ini adalah puncak kebahagiaan kami, terima kasih dari hati yang terdalam, kepada semua pihak yang telah mendampingi langkah kami sepanjang peringatan Pendhak Songo ke-9 ini, semoga kebersamaan ini terus terjaga.”

Ketua Komunitas GATRA Lumajang, Farida Susanti, mengungkapkan rasa syukur:

“Sembilan tahun GATRA berdiri di Lumajang. Bukan sekadar waktu yang berlalu, melainkan jejak cinta pada budaya dan sastra daerah.

GATRA YUNIOR adalah bukti bahwa benih yang kita tanam mulai tumbuh.

Lewat Ludruk Anak ini, kita mewariskan bukan sekadar pertunjukan, melainkan identitas siapa kita.

Semoga kelompok ini terus menjadi rumah bagi anak-anak berkarya, dan jembatan agar budaya kita tetap hidup di tengah generasi muda.”

Apresiasi tulus disampaikan kepada para mentor GATRA YUNIOR, Pak Riguk dan Bunda Ely, atas kesabaran dan ketulusan membimbing anak-anak.

Terima kasih juga kepada seluruh orang tua yang senantiasa mendukung, serta salah satu pendiri GATRA, Mas Hadi Wasito, yang selalu hadir memberi semangat dan inspirasi.

Sekretaris GRADASI Lumajang, Fitra Abdillah, turut menyampaikan apresiasinya:

“Konsistensi GATRA dalam melestarikan budaya sungguh menginspirasi kita semua.

Asia Nusa Festival hadir sebagai ruang kebersamaan, bagi UMKM, pegiat seni, dan masyarakat untuk bersama-sama mengangkat dan memajukan potensi lokal kita.”

“Pendhak Songo, sembilan tahun bukanlah akhir, melainkan awal yang lebih indah.

Tetap berkarya, tetap melestarikan, tetap mencintai tanah kelahiran.

Semoga budaya kita tak pernah pudar, selalu hidup, dan diteruskan oleh tangan-tangan muda.

Di akhir puncak acara seni Bantengan juga turut meriahkan acara tersebut, dalam kolaborasi seni lokal menunjukkan GATRA Lumajang betul-betul menjaga dan melestarikan Seni dan Budaya,” Pungkasnya.(SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *