LUMAJANG.Carut3.Com. – Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus berkomitmen dalam melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika serta dampak negatif era digital.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., di hadapan ratusan siswa-siswi SMKN 1 Lumajang, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan edukasi yang berlangsung interaktif ini mengusung tema “Cerdas Tanpa Narkoba, Bijak Bermedia Sosial dan AI”.
Bertempat di aula sekolah, Kapolres Lumajang memberikan arahan secara langsung guna membentengi para pelajar dari berbagai potensi ancaman tindak pidana di lingkungan sekolah maupun ruang digital.
Kapolres lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., menekankan pentingnya kesadaran generasi muda untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Menurutnya, masa depan bangsa sangat bergantung pada kualitas mental dan kesehatan para generasi penerusnya.
“Generasi muda, khususnya para pelajar, adalah aset paling berharga bagi masa depan bangsa. Jangan pernah sekali-kali menyentuh atau mencoba narkoba, karena sekali terjebak, masa depan yang sudah Anda cita-citakan akan hancur seketika. Jadilah generasi yang cerdas dan berani menolak narkoba,” tegas AKBP Riki Yariandi.
Selain bahaya narkoba, materi sosialisasi juga berfokus pada pentingnya etika serta kecermatan dalam memanfaatkan media sosial dan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, para siswa diimbau untuk selalu menyaring informasi sebelum membagikannya, guna menghindari bahaya hoax, cyberbullying, maupun tindak kejahatan siber.
“Perkembangan teknologi seperti media sosial dan artificial intelligence (AI) bagaikan pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan bijak, teknologi bisa melatih kreativitas dan menambah pengetahuan.
Namun, jika digunakan secara salah, bisa menjerat adik-adik ke dalam masalah hukum. Saring sebelum sharing dan jadilah pengguna media sosial yang beretika,” lanjutnya.
Di akhir sesi penyampaian materi, AKBP Riki Yariandi juga mengajak pihak sekolah dan orang tua untuk terus berkolaborasi bersama Kepolisian dalam mengawasi serta membimbing tumbuh kembang para remaja.
“Polres Lumajang tidak bisa bekerja sendirian. Sinergi antara Kepolisian, tenaga pendidik di sekolah, dan para orang tua di rumah sangat krusial untuk membentengi anak-anak kita dari pengaruh lingkungan yang negatif. Mari kita ciptakan lingkungan sekolah dan masyarakat yang aman, kondusif, serta bebas dari narkoba,” pungkas AKBP Riki Yariandi. (SPR)