MALANG, Carut3.com — Rekam jejak Polresta Malang Kota dalam memelopori transformasi digital dan pelayanan publik kembali menarik perhatian kepolisian dari daerah lain. Kali ini, jajaran Polda Papua Barat Daya melakukan kunjungan studi tiru untuk mempelajari secara langsung strategi pembangunan Zona Integritas (ZI), tata kelola organisasi, hingga berbagai inovasi berbasis teknologi demi mempercepat pencapaian predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) di wilayahnya.
Kedatangan rombongan yang dipimpin oleh Karorena Polda Papua Barat Daya, AKBP Andik Gunawan, disambut hangat oleh Wakapolresta Malang Kota, AKBP Alex Sandy Siregar, yang hadir mewakili Kapolresta Kombes Pol Danang Setiyo PS.
Perintis Inovasi Kepolisian Nasional
Dalam sambutannya, AKBP Andik Gunawan menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Polresta Malang Kota dalam menciptakan terobosan baru. Menurutnya, Polresta Malang Kota terbukti memiliki rekam jejak sebagai perintis dan inovator, bukan sekadar penerus tradisi. Salah satu contoh nyata yang menginspirasi jajaran kepolisian di tingkat daerah hingga Mabes Polri adalah kehadiran fitur Panic Button.
Melalui studi tiru ini, Polda Papua Barat Daya berkomitmen untuk mengadopsi serta mereplikasi berbagai program unggulan yang relevan agar dapat disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masyarakat di Papua Barat Daya.

Konsistensi Menjaga Integritas dan Kualitas Layanan
Wakapolresta Malang Kota, AKBP Alex Sandy Siregar, memaparkan perjalanan panjang institusinya dalam meraih kepercayaan publik. Polresta Malang Kota berhasil mengamankan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 10 Desember 2018, yang kemudian ditingkatkan menjadi Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada 21 Desember 2020.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2024, Polresta Malang Kota juga meraih penghargaan Pemantauan Keberlanjutan dan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik (PKRI) dari Kementerian PANRB.
AKBP Alex menekankan bahwa pencapaian serta gelar bergengsi yang telah diraih bukanlah tujuan akhir, melainkan lecutan semangat untuk terus berbenah. Sejumlah inovasi digital dan sosial yang terus dikembangkan antara lain:
-
Aplikasi Digital: Jogo Malang, Dumas Online, dan Mikrosite Info Malang Kota.
-
Pendekatan Masyarakat: Program Polisi Sambang Sekolah dan Polisi Sambang Pos Kamling.
-
Layanan Ramah Kelompok Rentan: Fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia, serta simplifikasi inovasi pelayanan SIM.
“Predikat maupun penghargaan yang sudah diterima Polresta Malang Kota bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan. Kami sangat terbuka dan berharap inovasi serta pengalaman ini dapat dipelajari, diadopsi, dan dikembangkan sesuai kebutuhan spesifik Polda Papua Barat Daya,” ujar AKBP Alex.

Meninjau Fasilitas dan Pusat Komando Digital
Usai sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan lapangan yang didampingi langsung oleh Kabagren Polresta Malang Kota, Kompol Diana Pudjiastuti. Rombongan diajak melihat secara dekat bagaimana tata kelola pelayanan publik diterapkan secara nyata.
-
Gedung Pusat Pelayanan Terpadu Sarja Arya Racana: Rombongan mengamati proses pelayanan penerbitan SKCK, perizinan, hingga perpanjangan SIM. Di lokasi ini, perhatian khusus diberikan pada penyediaan sarana dan prasarana penunjang yang ramah disabilitas dan kelompok rentan.
-
Gedung Wira Pratama: Polda Papua Barat Daya meninjau pusat informasi terpadu di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) serta operasional Makota Command Center (MCC). Tim mempelajari mekanisme penanganan laporan cepat melalui Layanan Hotline Polri 110, saluran pengaduan Jogo Malang via WhatsApp (0811-1272-000), hingga ruang konsultasi masyarakat.
-
Fasilitas Umum dan Ramah Lingkungan: Selain layanan utama kepolisian, rombongan juga meninjau sarana pendukung gratis yang berorientasi pada kemanfaatan sosial, seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik (SPKL)—yang sering dimanfaatkan oleh para pengemudi ojek online—serta penyediaan air minum siap konsumsi bagi warga yang sedang mengurus keperluan di kantor polisi.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Polda Papua Barat Daya untuk mengakselerasi reformasi birokrasi dan meningkatkan mutu pelayanan publik. Di sisi lain, kolaborasi antarinstansi ini makin mempertegas komitmen Polri dalam membangun kepolisian yang modern, berintegritas, dan senantiasa berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Isp)