MALANG, Carut3.com — Tanggung jawab kepolisian dalam mengawal aksi penyampaian aspirasi tidak berhenti saat massa mendispersi atau membubarkan diri. Usai pengamanan aksi unjuk rasa damai yang digelar oleh Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu Kota Malang, personel gabungan Polresta Malang Kota bersama petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bergerak cepat menggelar aksi gotong royong membersihkan kawasan Bundaran Jalan Tugu.
Langkah ini dilakukan untuk mengembalikan kebersihan lingkungan, menjamin keselamatan para pengguna jalan, serta mempertahankan estetika Bundaran Tugu yang merupakan salah satu landmark dan ikon kebanggaan Kota Malang.
Sinergi Bersihkan Sisa Material dan Sampah
Sebelum melakukan konsolidasi akhir, jajaran Polresta Malang Kota yang dipimpin oleh Kabagops Polresta Malang Kota, Kompol Rizki Julianda Putera Buna, bersama anggota Provos dan petugas DLH Kota Malang langsung menyisir setiap sudut Bundaran Jalan Tugu.

Petugas secara manual memunguti berbagai sisa material yang tertinggal di area jalan maupun taman, mulai dari:
-
Kertas, kain, dan sisa spanduk aksi.
-
Potongan kayu dan batang bambu bekas penopang atribut.
-
Sampah plastik bekas kemasan makanan serta minuman peserta aksi.
Seluruh material yang berhasil dikumpulkan kemudian dipilah dan diangkut menggunakan armada truk sampah milik DLH Kota Malang menuju tempat pembuangan akhir.
“Setelah seluruh rangkaian kegiatan aksi selesai, kami bersama rekan-rekan dari DLH langsung bergerak menyisir lokasi untuk membersihkan lingkungan, sehingga fasilitas umum dapat kembali bersih dan aman digunakan oleh masyarakat luas,” ungkap Kompol Rizki Julianda Putera Buna.
Wujud Kepedulian Lingkungan dan Pengamanan Humanis
Kompol Rizki menekankan bahwa keberadaan material seperti kayu dan bambu di badan jalan sangat berisiko memicu kecelakaan lalu lintas jika dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, pembersihan cepat menjadi prioritas utama demi mengantisipasi potensi bahaya bagi para pengendara yang melintas.
Selain itu, kebersihan area taman di sekitar Tugu juga dipastikan kembali asri agar fungsi estetika ruang publik tetap terjaga dengan baik.
“Material keras seperti kayu dan bambu yang tercecer di jalan harus segera disingkirkan karena berpotensi mengganggu keselamatan pengendara. Sementara itu, sampah yang berserakan di area taman kami bersihkan agar keindahan Bundaran Tugu sebagai ikon Kota Malang tetap terjaga,” tambahnya.
Sebelumnya, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS turut menyampaikan apresiasinya kepada elemen mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam aliansi atas sikap kooperatif dalam menjaga kondusivitas selama menyuarakan aspirasi. Menurutnya, kebebasan berpendapat adalah pilar demokrasi yang harus dihormati, dan menjaga ketertiban umum adalah bentuk kedewasaan berdemokrasi.

Aksi tanggap lingkungan yang ditunjukkan oleh personel kepolisian bersama dinas terkait ini menjadi bukti nyata hadirnya pendekatan kepolisian yang humanis. Pelayanan Polri tidak sebatas pada aspek pengawalan keamanan semata, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap pemulihan fasilitas umum demi kenyamanan dan kepentingan masyarakat luas. (Isp)