MALANG, Carut3.com – Dalam upaya merawat keharmonisan di tengah heterogenitas masyarakat, Polresta Malang Kota kembali menggalakkan agenda pendekatan kemasyarakatan. Kepolisian mengajak seluruh elemen warga untuk terus mempererat tali silaturahmi, menumbuhkan rasa saling menghargai, menjaga toleransi beragama, serta meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Subuh Keliling (Suling) bertajuk Polisi Bersama Masyarakat yang digelar di Masjid Al Amin, Jalan Gambuta IV, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, pada Sabtu pagi (31/10/2026).
Hadir langsung dalam kegiatan ibadah tersebut Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi PS, didampingi Wakapolresta AKBP Alex Sandy Siregar, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota, serta personel Polsek Sukun. Rombongan kepolisian melaksanakan salat Subuh berjemaah bersama Ketua Takmir Masjid Al Amin H. Mansur, jajaran pengurus, tokoh masyarakat setempat, dan warga sekitar.

Selain difungsikan sebagai sarana meningkatkan kualitas keimanan dan mempererat silaturahmi, program yang dilaksanakan pada dini hari ini menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian. Kehadiran personel di lapangan pada jam-jam rawan menjelang pagi bertujuan untuk meminimalisasi potensi tindak kejahatan sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Ketua Takmir Masjid Al Amin, H. Mansur, menyambut hangat dan mengapresiasi kehadiran jajaran Polresta Malang Kota. Menurutnya, kunjungan ini membuka ruang dialog yang efektif dan mempererat hubungan emosional antara aparat kepolisian dengan warga.
Dalam kesempatannya, H. Mansur menceritakan perjalanan Masjid Al Amin yang didirikan sejak tahun 1988 secara swadaya oleh masyarakat. Selain menjadi sarana ibadah umat Muslim, masjid ini juga aktif menjalankan berbagai kegiatan sosial serta program pendidikan yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan kaum duafa. Seiring dengan dinamika perubahan komposisi penduduk di kawasan tersebut, pihak takmir terus berkomitmen menjaga kemakmuran masjid seraya merawat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di lingkungan sekitar.

Menanggapi hal tersebut, Kombes Pol Danang menegaskan pentingnya memandang keberagaman sebagai modal sosial untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.
“Kami berharap seluruh warga di sini senantiasa menjaga jalur komunikasi, mempererat tali persaudaraan, menghormati setiap perbedaan, serta mampu mengendalikan diri agar tidak mudah terpancing ke dalam konflik maupun persoalan yang berhadapan dengan hukum,” ujar Kombes Danang.
Ia menambahkan, pendekatan melalui edukasi dan pembinaan potensi masyarakat harus terus digalakkan sebagai langkah pencegahan dini terhadap segala bentuk gangguan keamanan.
Dalam sesi dialog interaktif bersama jemaah dan warga, muncul pembahasan mengenai optimalisasi peran Satuan Perlindungan Masyarakat (Linmas/Hansip) serta petugas keamanan (security) dalam mendukung stabilitas lingkungan dan kegiatan kemanusiaan.
Menjawab aspirasi tersebut, Danang memaparkan bahwa setiap komponen keamanan masyarakat memiliki fungsi strategis yang saling melengkapi. Menurutnya, sinergi antara Polri, Linmas, satpam, dan partisipasi aktif warga merupakan kunci utama menjaga ketenteraman wilayah. Tanggung jawab memelihara keamanan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, melainkan menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut, ia menekankan agar personel Kepolisian tidak hanya fokus pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga dituntut untuk peka dan aktif dalam membantu kesulitan masyarakat melalui beragam aksi sosial dan kemanusiaan.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Kapolresta Malang Kota mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan, dugaan tindak pidana, maupun gangguan kamtibmas lainnya melalui kanal aduan resmi Call Center Polri 110 atau kontak layanan Jogo Malang di nomor 0811-1272-000.
Melalui konsistensi program Subuh Keliling ini, Polresta Malang Kota tidak hanya memperkuat aspek spiritual, tetapi juga membangun kemitraan yang erat dengan masyarakat, menyerap aspirasi secara langsung, memberikan solusi konkret, serta meningkatkan kewaspadaan kolektif terhadap potensi kriminalitas pada jam-jam rawan. (Isp)