MALANG KOTA, Carut3.com– Sinergi nyata dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional terus digalakkan oleh jajaran kepolisian hingga ke tingkat kelurahan.
Di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Aiptu Suwandi selaku Bhabinkamtibmas setempat mengambil peran sebagai motor penggerak. Ia turun langsung ke sawah guna mendampingi para petani mengoptimalkan budidaya jagung di wilayah binaannya.
Pada aktivitas terbaru, Aiptu Suwandi bersama pemilik lahan, Nurul Qoyymah, melakukan pemupukan berkala pada tanaman jagung yang kini telah memasuki usia 20 hari setelah tanam (HST). Lahan pertanian produktif seluas 3.000 meter persegi yang berlokasi di Jalan Mayjend Sungkono ini menjadi pusat percontohan kolaborasi tersebut.
Sejak awal penanaman pada 14 Mei 2026 lalu, Aiptu Suwandi memang sudah terlibat aktif. Ia ikut menanam sekitar 10 kilogram bibit jagung unggulan varietas Syngenta.
“Dengan perawatan intensif di lahan seluas 3.000 meter persegi ini, kami bersama petani optimistis mampu mengejar target panen hingga 3,5 ton jagung pada kuartal II tahun 2026,” ujar Aiptu Suwandi.
Strategi Pemupukan dan Tantangan di Lapangan
Untuk memastikan produktivitas tanaman tetap terjaga hingga masa panen tiba, kelompok tani setempat bersama pendamping lapangan telah mengalokasikan sekitar 500 kilogram pupuk. Pasokan pupuk ini akan diaplikasikan secara bertahap sesuai dengan fase perkembangan tanaman.
Aiptu Suwandi menegaskan bahwa kehadiran Polri di sektor agraria adalah komitmen konkret dalam mengawal kebijakan pemerintah, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan dari level akar rumput. Pendampingan yang ia lakukan dirancang secara simultan, mulai dari pembenihan, perawatan harian, hingga masa panen nanti.
Meski begitu, ia tidak menampik adanya kendala dalam operasional di lapangan.
“Tantangan utama kami saat ini adalah keterbatasan tenaga kerja, baik untuk proses penanaman maupun pemeliharaan rutin. Tapi, hal itu tidak menyurutkan semangat kami dan para petani untuk terus memaksimalkan potensi lahan yang ada,” imbuhnya.
Apresiasi Petani dan Rencana Distribusi Hasil Panen
Langkah nyata sang Bhabinkamtibmas mendapat respons positif dari Nurul Qoyymah. Petani jagung ini mengaku kehadiran polisi di sawah memberikan suntikan motivasi bagi warga untuk mengelola lahan pertanian secara lebih optimal.

Terkait pasca-panen, hasil produksi jagung ini nantinya akan langsung didistribusikan melalui dua jalur:
-
Penjualan Langsung: Disalurkan kepada tengkulak lokal untuk mempercepat perputaran modal.
-
Sektor Industri: Sebagian hasil panen akan melewati proses pengeringan terlebih dahulu sebelum diserap oleh pabrik skala besar.
Skema pasar ini diharapkan dapat memotong rantai distribusi yang panjang, menjaga stabilitas pasokan jagung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi para petani di kawasan Malang Raya.
Melalui konsistensi ini, Aiptu Suwandi membuktikan bahwa peran Bhabinkamtibmas kini semakin luas. Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga mampu menjadi dinamisator ekonomi yang produktif dan berdaya saing. (Isp)