MALANG KOTA, Carut3.com – Komitmen mendukung ketahanan pangan nasional terus dibuktikan oleh jajaran kepolisian di tingkat akar rumput. Melalui aksi nyata Bhabinkamtibmas Polsek Lowokwaru Polresta Malang Kota, Aiptu Totok, Polri hadir langsung memberikan pendampingan kepada petani lokal demi mendorong produktivitas pertanian.
Pada Minggu (14/06/2026), Aiptu Totok mengunjungi lahan pertanian jagung manis seluas 4.800 meter persegi milik Abah Sumantri. Lahan ini berlokasi di kawasan Jalan Rajasa, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Sinergi di Sawah, Pantau Perkembangan Bibit Jagung
Sambil menyusuri jalan setapak di area persawahan yang sedang dalam proses irigasi, Aiptu Totok dan Abah Sumantri terlibat dialog santai. Keduanya memantau langsung kondisi bibit, membahas metode perawatan harian, hingga memetakan potensi hasil panen ke depan.

Aiptu Totok menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan langkah nyata untuk memperkuat sinergi dan memberikan motivasi kepada para petani.
“Pendampingan ini adalah wujud komitmen kami dalam mengawal program ketahanan pangan nasional. Kami ingin memotivasi para petani agar tetap produktif, mandiri, dan optimistis,” ujar Aiptu Totok.
Jagung manis yang ditanam sejak 10 Mei 2026 tersebut diprediksi siap panen pada 28 Juli 2026. Aiptu Totok berharap, lewat perawatan intensif dan pengairan yang stabil, hasil panen kali ini bisa mencapai target maksimal.
Strategi Dua Hasil Panen ala Abah Sumantri
Di sisi lain, Abah Sumantri mengungkapkan alasannya memilih budidaya jagung manis. Selain karena perawatan yang relatif ramah petani, komoditas ini memiliki nilai ekonomis yang sangat menjanjikan di pasaran.
Menariknya, Abah Sumantri sudah menyiapkan strategi pasca-panen yang fleksibel. Hasil bumi dari lahannya nanti akan dibagi menjadi dua peruntukan:
-
Panen Muda: Dialokasikan untuk konsumsi harian masyarakat, pasokan sayur segar, serta mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
-
Panen Tua: Dibiarkan mengering di pohon untuk menghasilkan jagung kering pipilan yang memiliki nilai jual tinggi di sektor pakan atau industri.
Pendekatan Humanis untuk Ekonomi Berkelanjutan
Aksi turun lapangan yang dilakukan Aiptu Totok menjadi potret kolaborasi positif antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan berbasis lokal.
Lewat pendekatan yang humanis, Polresta Malang Kota tidak hanya fokus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif berkontribusi dalam mendongkrak roda perekonomian warga di sektor pertanian. (Isp)