MALANG, Carut3.com – Sebanyak 500 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan oleh Polresta Malang Kota untuk mengawal jalannya aksi unjuk rasa yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya. Penyampaian aspirasi tersebut berlangsung di depan Gedung DPRD Kota Malang, Jalan Tugu, pada Rabu (17/6/2026). Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis demi memastikan seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Tim gabungan yang diterjunkan tidak hanya berasal dari kepolisian (Polri), melainkan juga bersinergi dengan TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar), Dinas Kesehatan, Sie Dokkes Polresta Malang Kota, hingga para relawan ambulans. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas.

Suarakan Isu Ekonomi Nasional
Mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana, Kabag Ops Polresta Malang Kota AKP Rizki Julianda Putera Buna menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen penuh memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bersuara.
“Sesuai arahan Bapak Kapolresta Malang Kota, kami hadir untuk menemani rekan-rekan mahasiswa agar dapat menyampaikan aspirasi secara tertib. Kami siap melayani dan mengawal aksi damai ini dari awal hingga akhir,” ujar AKP Rizki setelah kegiatan usai.
Aksi ini diikuti oleh sekitar 500 mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Malang Raya. Sebelum menuju titik pusat aksi, massa terlebih dahulu berkumpul di kawasan Kayutangan. Mereka kemudian melakukan longmarch menuju Gedung DPRD Kota Malang dengan membawa berbagai banner dan poster yang mengusung tema besar “Menjerit Indonesiaku”.
Dalam orasinya, para perwakilan mahasiswa menyoroti dinamika ekonomi nasional yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Beberapa poin utama yang menjadi sorotan mereka meliputi:
-
Kenaikan harga bahan pokok yang dinilai membebani masyarakat.
-
Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM).
-
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang memicu ketidakpastian ekonomi.
Dialog Terbuka dan Aksi Bersih-Bersih Bersama
Aspirasi para mahasiswa tersebut langsung direspons positif oleh pihak legislatif. Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, bersama jajaran pimpinan dan anggota dewan lainnya, turun langsung ke jalan untuk menemui massa aksi dan membuka ruang dialog. Setelah aspirasi tersampaikan dan diterima dengan baik, massa mahasiswa membubarkan diri secara tertib.

Menariknya, pemandangan humanis terlihat sesaat setelah orasi selesai. Alih-alih langsung meninggalkan lokasi, para mahasiswa justru bahu-membahu bersama aparat kepolisian untuk membersihkan sisa-sisa sampah di sekitar area unjuk rasa. Sampah plastik bekas makanan dan minuman dikumpulkan, sementara poster-poster sisa aksi dirapikan agar tidak mengotori jalanan.
“Tujuan utama kami adalah memastikan kegiatan berjalan lancar dan aspirasi tersampaikan dengan baik. Alhamdulillah, seluruh rangkaian aksi berlangsung aman dan tidak ada gangguan berarti,” tambah AKP Rizki.
Sebagai bentuk apresiasi atas kedewasaan mahasiswa dalam berdemokrasi, AKP Rizki menyampaikan rasa terima kasihnya menggunakan bahasa khas Malang. “Rutam nuwus (matur nuwun), kami mengucapkan terima kasih kepada BEM Malang Raya yang telah menggelar aksi dengan tertib. Kedisiplinan ini sangat membantu menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan harmonisasi yang indah di Kota Malang,” pungkasnya.
Aksi damai ini ditutup dengan momen hangat di mana para mahasiswa dan aparat kepolisian saling berjabat tangan, mencerminkan sinergi yang kuat dalam menjaga kondusivitas kota. (Isp)