Lumajang. Carut 3.Com.– Masyarakat di Kabupaten Lumajang mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-TR) setempat untuk bersikap transparan terkait alokasi dana program “Ngapling” atau Ngaspal Keliling yang dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Salah satu warga, Khafid, menyampaikan pertanyaan mendasar yang hingga kini belum mendapatkan jawaban jelas.
“Kami ingin tahu, sebenarnya berapa kisaran anggaran yang dialokasikan dalam APBD untuk program ini? Sampai saat ini tidak ada informasi resmi yang terbuka untuk publik,” ujar Khafid, Selasa (23/6/2026).
Tak hanya soal keterbukaan dana, warga juga menilai hasil pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan DPU-TR Lumajang belum sesuai harapan.
Banyak ruas jalan yang sudah diperbaiki justru kembali rusak, berlubang, atau permukaannya tidak rata hanya dalam waktu singkat setelah pengerjaan selesai.
“Kualitasnya terasa kurang baik, Baru beberapa bulan saja sudah rusak lagi, Jika anggarannya cukup, seharusnya hasilnya bisa lebih awet dan bermanfaat jangka panjang,” tambahnya.
Saat dikonfirmasi oleh media terkait besaran anggaran dan standar kualitas pekerjaan, Kepala Bidang Bina Marga DPU-TR Lumajang, Heri, belum memberikan tanggapan atau keterangan apa pun hingga berita ini diturunkan.
Masyarakat berharap pihak dinas dapat segera memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan keraguan dan memastikan setiap rupiah anggaran digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.(SPR)