Polsek Kunir Dukung Pencegahan Stunting, Kanit Binmas Hadiri Kelas Balita di Desa Kunir Lor

IMG-20260724-WA0032

Lumajang.Carut3.Com.-Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Lumajang terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor.

Salah satunya terlihat dalam kegiatan Kelas Balita Pencegahan Stunting yang digelar di Balai Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri Kanit Binmas Polsek Kunir Aipda Muda, Kepala Puskesmas Kunir drg. Krisna Kumaladewi, Babinsa Serma Cahyono, kader PKK, serta para ibu yang memiliki balita.

Pertemuan kelas balita ini menjadi wadah edukasi bagi para orang tua, khususnya ibu, mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta pola pengasuhan yang tepat sebagai langkah mencegah stunting sejak dini.

Dalam kegiatan tersebut, Kanit Binmas Polsek Kunir turut mendampingi tenaga kesehatan Puskesmas Kunir sekaligus memberikan dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat.

Kanit Binmas Polsek Kunir Aipda Muda mengatakan kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam menekan angka stunting.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program-program kemasyarakatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama karena menyangkut masa depan generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian, tenaga kesehatan, pemerintah desa, TNI, dan kader kesehatan menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi balita serta rutin memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia. Dengan begitu, upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal,” kata Aipda Muda.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Kunir, drg. Krisna Kumaladewi, menjelaskan bahwa kelas balita merupakan salah satu program edukasi yang rutin dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua mengenai kesehatan anak.

“Melalui kelas balita, kami memberikan pemahaman tentang pentingnya pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, pemantauan pertumbuhan melalui posyandu, hingga pola asuh yang baik. Edukasi ini diharapkan mampu mencegah terjadinya stunting sejak usia dini,” jelasnya.

Ia menambahkan, pencegahan stunting tidak hanya menjadi tugas tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk keluarga dan lingkungan sekitar.

“Peran orang tua sangat menentukan tumbuh kembang anak. Namun dukungan dari pemerintah desa, kader kesehatan, TNI, Polri, hingga masyarakat juga sangat penting agar program pencegahan stunting berjalan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut drg. Krisna, semakin banyak pihak yang terlibat dalam edukasi kesehatan, semakin besar pula peluang meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi dan kesehatan balita.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan. Mereka juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kesehatan dan perkembangan anak.(SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *