BPBD Lumajang Perkuat Hadapi Karhutla TNBTS,Kordinasi Tingkat Instansi Terus Diintisifkan 

Oplus_131072

Lumajang.Carut3.Com.-Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), koordinasi lintas instansi dan pemantauan lapangan terus diintensifkan untuk mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran serta menjaga keselamatan masyarakat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS),

Polsek Senduro, Koramil Senduro, Polres Lumajang, serta masyarakat di sekitar kawasan hutan guna memastikan setiap perkembangan kondisi di lapangan dapat ditangani dengan cepat.

“Kami melakukan monitoring dan menyiapkan langkah-langkah apabila api merambat ke wilayah Lumajang. Sampai kemarin, 5 Agustus 2026, situasi masih terkendali,” ujarnya, Kamis (8/8/2026).

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, BPBD mengerahkan satu regu personel untuk melakukan pemantauan setelah terdeteksi adanya titik api di lereng Jantur yang bergerak ke arah Argosari atau kawasan B29.

Personel diterjunkan untuk memantau perkembangan sekaligus memperkuat koordinasi dengan seluruh pihak terkait.

“Kami mengirim satu regu untuk melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk masyarakat setempat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi berkembang,” katanya.

BPBD juga menyambut dukungan pemerintah pusat dalam upaya penanganan kebakaran. Berdasarkan informasi yang diterima, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dua helikopter water bombing untuk membantu proses pemadaman di kawasan TNBTS.

Selain melakukan pemantauan, BPBD terus mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan, agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Menurut data sementara Balai Besar TNBTS, kebakaran berdampak pada kawasan konservasi yang berada di wilayah Kabupaten Probolinggo, Malang, dan Lumajang.

Kondisi tersebut masih terus dipantau oleh seluruh instansi terkait untuk mencegah meluasnya dampak kebakaran.

Melalui kesiapsiagaan personel, penguatan koordinasi lintas sektor, serta dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lumajang berharap penanganan kebakaran dapat berjalan optimal sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru tetap terjaga.(SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *