Malang, Carut3.com-Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur. Kobaran api membumbung tinggi pada Sabtu (8/8/2026) malam, memancarkan cahaya kemerahan di tengah kegelapan yang melingkupi wilayah perbukitan sekitarnya.
Hingga kini, tim gabungan yang terdiri dari personel TNBTS, BPBD, TNI/Polri, serta relawan masyarakat setempat terus berjibaku memadamkan si jago merah agar dampak kerusakan tidak semakin meluas.
Kendala Utama di Lapangan
Upaya pemadaman menghadapi berbagai rintangan berat akibat kondisi geografis dan cuaca ekstrem di kawasan pegunungan:
-
Medan Terjal dan Curam: Akses menuju titik api sangat sulit dilalui kendaraan penyeberang maupun alat pemadam berat, sehingga petugas harus menempuh jalur darat dengan peralatan seadanya.
-
Vegetasi Kering: Musim kemarau membuat semak, rumput savana, dan ranting di sekitar perbukitan sangat mudah terbakar dan mempercepat penyebaran api.
-
Angin Kencang: Hembusan angin malam yang kencang memicu kobaran api cepat berpindah titik dan sulit diprediksi arah geraknya.

Imbauan Keamanan bagi Wisatawan dan Warga
Pihak otoritas mengimbau keras seluruh wisatawan, penyedia jasa tur (jeep dan pemandu), serta warga lokal untuk:
-
Menjauhi Zona Bahaya: Tetap berada di jarak aman dan tidak mendekati spot-spot perbukitan yang masih menyisakan titik api maupun asap pekat.
-
Patuhi Petugas: Mematuhi seluruh instruksi keselamatan serta penutupan jalur akses sementara yang ditetapkan oleh personel di lapangan.
-
Kewaspadaan Tinggi: Mengingat jarak pandang yang terbatas akibat asap tebal di beberapa jalur utama.
Penyebab pasti munculnya titik api serta estimasi total luas lahan yang terdampak masih dalam tahap investigasi dan pendataan oleh pihak berwenang. Operasi pemadaman serta penyisiran lokasi terus dilakukan secara intensif hingga situasi dinyatakan benar-benar kondusif. (Isp)