MALANG, Carut3.com — Komitmen Pemerintah Kota Malang dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan kembali diwujudkan secara nyata. Melalui helatan Festival Mbois 11 bertajuk “Malang Menyala” yang berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Stadion Gajayana, ajang tahunan ini sukses bertransformasi menjadi katalisator pertumbuhan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ekosistem ekonomi kreatif daerah.
Prosesi pembukaan acara berlangsung semarak ditandai dengan kehadiran jajaran pejabat pemerintah daerah yang mengenakan atribut khas berupa syal batik berlogo Kota Malang dan bertuliskan “Malang Menyala”. Dalam penyampaian resminya, perwakilan pemerintah menegaskan bahwa inisiatif “Malang Mbois” bukan sekadar panggung hiburan biasa, melainkan intervensi konkret pemerintah untuk memberi ruang ekspresi, akses pasar, dan momentum kebangkitan bagi UMKM agar mampu bersaing di tingkat nasional.

Selama tiga hari penyelenggaraan, kawasan Stadion Gajayana disulap menjadi pusat interaksi ekonomi dan budaya. Ratusan stan UMKM lintas subsektor—mulai dari kuliner nusantara, kriya khas, hingga produk fesyen lokal—terlihat dipadati pengunjung. Kehadiran stan-stan ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis festival kreatif sangat efektif sebagai media promosi langsung (direct marketing) yang mempertemukan produsen lokal dengan calon konsumen secara transaksional maupun kolaboratif.
Penyelenggara mengusung konsep kemitraan inklusif yang melibat jejaring lintas sektor (pentahelix):
-
Pelaku Usaha & Komunitas: Memperluas jangkauan pasar, menguji respons konsumen terhadap produk baru, serta memperkuat branding.
-
Pemerintah & Akademisi: Memfasilitasi wadah integratif untuk pemetaan potensi bisnis lokal dan penyusunan strategi pembinaan UMKM yang berkelanjutan.
-
Industri, Media & Masyarakat: Memperluas eksposur publikasi sekaligus memicu perputaran roda ekonomi daerah secara langsung selama acara berlangsung.

Nilai tambah Festival Mbois 11 terletak pada keberhasilannya mengawinkan aktivitas perdagangan dengan unsur seni visual dan pertunjukan budaya. Pameran karya seni serta instalasi visual yang tersebar di area festival menciptakan pengalaman (customer experience) yang estetik dan interaktif. Sinergi antara kreativitas dan komersialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan standar mutu, inovasi produk, serta daya saing UMKM Kota Malang di tengah ketatnya persaingan pasar digital maupun konvensional. (Isp)