Karhutla TNBTS, Polres Lumajang Kerahkan Personel Padamkan Api di Ranu Kembang dan Ledok Bedor

IMG-20260828-WA0033

Lumajang .Carut3.Com.– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Lumajang. Hingga Kamis (27/8/2026) malam, api di dua lokasi masih belum sepenuhnya padam.

Untuk itu, Polres Lumajang mengerahkan personel untuk melakukan pemadaman.

Dengan alat manual, personel Polres Lumajang bersama petugas gabungan melakukan upaya penyekatan dan pemadaman api secara manual mengingat medan yang terjal serta tebing curam.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi mengatakan, kebakaran diketahui terjadi sejak Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Personel Polres Lumajang bersama Polsek Senduro, Koramil Senduro, BPBD Lumajang, TNBTS, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat Ranupani dan Argosari terus melakukan penyekatan dan pemadaman,” kata Riki.

Menurutnya, terdapat dua lokasi karhutla yang menjadi fokus penanganan petugas, yakni kawasan Ranu Kembang di kawasan Gunung Semeru, tepatnya di Blok Ayek-Ayek, serta kawasan Ledok Bedor yang berada di perbatasan Desa Argosari dan Desa Ranupani.

Di kawasan Ledok Bedor, api terpantau berada di tiga titik. Lokasi tersebut berada di arah Jantur menuju kawasan B29.

“Untuk api di dua lokasi sampai saat ini masih menyala dan belum padam. Upaya pemadaman masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” jelasnya.

Proses pemadaman dilakukan secara manual. Petugas membuat sekat untuk menghambat pergerakan api serta menggunakan batang atau ranting pohon untuk memukul api yang membakar vegetasi.

Medan yang berat menjadi salah satu kendala utama. Kawasan Ranu Kembang sulit dijangkau, sementara api terus membesar sehingga petugas mengalami kesulitan untuk menuju titik kebakaran.

“Kondisi di Ranu Kembang cukup sulit dijangkau. Api juga terus membesar, sehingga petugas terkendala untuk menuju lokasi,” ujar Riki.

Sementara di Ledok Bedor, petugas menghadapi medan terjal, angin, serta lokasi kebakaran yang terbagi menjadi tiga titik.

Petugas harus menunggu satu titik api padam sebelum dapat melanjutkan penanganan ke titik berikutnya.

“Di Ledok Bedor juga terkendala cuaca dan angin. Karena ada tiga titik api, penanganannya dilakukan satu per satu. Selain itu, peralatan juga masih menjadi kendala,” katanya.

Di tengah penanganan karhutla, sebanyak 172 pendaki yang sebelumnya berada di kawasan Ranu Kumbolo telah berhasil dievakuasi. Seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi selamat.

“Sebanyak 172 pendaki dari Ranu Kumbolo sudah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Untuk jalur pendakian saat ini dinyatakan ditutup total,” tegas Riki.

Kapolres menambahkan, dengan kondisi medan dan luasnya titik kebakaran, pemadaman dari darat membutuhkan dukungan tambahan. Salah satu opsi yang diperlukan adalah pemadaman melalui udara menggunakan helikopter.

“Untuk mempercepat pemadaman, diperlukan water bombing dengan menggunakan helikopter,” pungkasnya.(SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *