Pemkot Malang Resmikan 73 Angkutan Sekolah Gratis demi Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas Pelajar

IMG-20260831-WA0018

Malang, Carut3.com – Upaya menciptakan ekosistem transportasi publik yang aman dan inklusif di Jawa Timur terus melaju. Pemerintah Kota (Pemkot) Malang secara resmi meluncurkan layanan Angkutan Pelajar Gratis 2026 sebanyak 73 unit armada angkot pada Senin (31/8/2026). Program strategis yang bersumber dari APBD Kota Malang ini dirancang khusus untuk memfasilitasi mobilitas para siswa saat berangkat maupun pulang sekolah tanpa dipungut biaya.

Acara seremoni peresmian yang berlangsung di halaman Balai Kota Malang ini dihadiri oleh sekitar 250 tamu undangan. Peluncuran dipimpin langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setyo P.S., jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), jajaran Forkopimda, serta puluhan perwakilan sopir angkot yang bertugas dalam program tersebut. Penyerahan bantuan armada ditandai dengan peninjauan fisik angkot, foto bersama, hingga pemotongan pita dan flag off sebagai simbol dimulainya operasional armada di jalan raya.

+-----------------------------------------------------------------------+
|                 RINGKASAN PROGRAM ANGKOT GRATIS MALANG                |
+-----------------------------------------------------------------------+
|  • Jumlah Armada  : 73 Unit Angkutan Kota (Angkot)                    |
|  • Sasaran Utama  : Seluruh Pelajar Sekolah di Kota Malang            |
|  • Sumber Dana    : Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)     |
|  • Output Utama   : Menurunkan Kecelakaan Pelajar & Kemacetan Kota     |
+-----------------------------------------------------------------------+

Dukungan Kepolisian: Menekan Angka Pelanggaran dan Angka Kecelakaan Usia Muda

Program transportasi ramah anak ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setyo P.S., menegaskan bahwa penyediaan sarana transportasi umum khusus ini berdampak positif terhadap aspek Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas).

Menurut Kombes Pol Danang, tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas pada kelompok usia remaja sering kali dipicu oleh penggunaan sepeda motor oleh pelajar di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) serta kelalaian penggunaan helm.

“Kehadiran armada angkutan gratis ini merupakan langkah preventif yang sangat konkret dalam melindungi keselamatan anak-anak kita. Fasilitas ini menjadi solusi nyata bagi pelajar yang belum memiliki SIM agar tidak perlu memaksakan diri mengendarai kendaraan pribadi ke sekolah,” tegas Danang.

Ia menambahkan bahwa keamanan anak-anak di jalan raya tidak bisa hanya mengandalkan penindakan hukum oleh kepolisian. Diperlukan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, pihak sekolah, para pengemudi angkutan, hingga peran aktif orang tua murid demi memastikan para siswa beralih ke transportasi umum.

Strategi Pemkot Malang Terintegrasi: Solusi Kemacetan dan Efisiensi Biaya Warga

Dari perspektif pemerintah daerah, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menerangkan bahwa peluncuran 73 armada ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam menghadirkan layanan publik yang ramah kantong, aman, dan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat.

Selain berfokus pada keselamatan jiwa, operasional angkut sekolah gratis ini membawa dampak ganda (multiplier effect):

  • Mengurangi Beban Ekonomi Keluarga: Orang tua murid dapat memangkas pengeluaran harian untuk uang transportasi anak ke sekolah.

  • Mereduksi Kemacetan Jam Krusial: Penurunan volume sepeda motor dan mobil pribadi pada jam berangkat (pagi) dan pulang sekolah (siang/sore).

  • Memberdayakan Pengemudi Lokal: Melibatkan sopir angkutan kota resmi sebagai mitra pemerintah yang mendapatkan insentif dari APBD, sehingga menggairahkan kembali angkutan umum lokal.

Wali Kota berpesan kepada para pengemudi armada untuk senantiasa mengutamakan kedisiplinan, keselamatan berkendara, serta menjaga keramahan selama melayani para siswa. Di sisi lain, para pelajar diimbau untuk menjaga ketertiban umum dan memanfaatkan fasilitas bebas biaya ini dengan penuh tanggung jawab. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *