Polsek Pasirian Bersama Warga Padamkan Titik Api di Hutan Pantai Dampar

IMG-20260906-WA0157

LUMAJANG.Carut3.Com.– Anggota Polsek Pasirian bersama masyarakat memadamkan sejumlah titik api dan bara yang muncul di kawasan hutan dan lahan sekitar Pantai Dampar, Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026).

Pemadaman dilakukan setelah petugas menerima laporan adanya titik panas (hotspot) di wilayah tersebut. Kondisi kemarau ekstrem yang menyebabkan kekeringan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Petugas bersama warga kemudian mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi titik api sekaligus melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

“Begitu mendapatkan laporan adanya titik panas, anggota bersama masyarakat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pemadaman,” kata Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona, Minggu.

Menurut Loni, petugas menemukan titik api dan bara yang masih menyala di kawasan hutan dan lahan. Pemadaman dilakukan secara bersama-sama hingga api benar-benar padam.

“Api dan bara yang masih ada langsung kami padamkan. Kami juga memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali,” ujarnya.

Ia mengatakan, kondisi cuaca yang kering akibat kemarau ekstrem membuat kawasan hutan dan lahan menjadi mudah terbakar. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar lahan maupun membuang benda yang dapat memicu kebakaran sembarangan. Kalau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani secepatnya,” kata Loni.

Setelah dilakukan pemadaman dan pengecekan ulang, titik api maupun bara yang ditemukan di lokasi dinyatakan padam. Petugas juga memastikan kondisi sekitar aman dan tidak terdapat api yang kembali menyala.

Polsek Pasirian bersama masyarakat akan terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang rawan terjadi kebakaran, terutama selama kondisi kemarau dan kekeringan masih berlangsung.(SPR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *