MALANG Carut3.com — Memastikan keselamatan para pelajar di jalur padat kendaraan, Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar turun langsung ke jalan untuk memimpin aksi pengaturan arus lalu lintas (Gatur Lalin). AKBP Alex mendampingi para siswa SDN 1 Purwantoro menyeberangi kawasan sibuk Jalan Letjend S. Parman pada Senin pagi (26/10/2026).
Aksi simpatik ini dilaksanakan bersama Kabag Ops Polresta Malang Kota serta Kapolsek Blimbing Kompol Enggarani Laufira. Kehadiran para perwira tinggi kepolisian di depan gerbang sekolah tersebut merupakan wujud nyata implementasi program unggulan “Polisi Peduli Sekolah”, yang digagas untuk melindungi keselamatan siswa sekaligus menanamkan citra polisi yang ramah anak sejak dini.
Menjamin Keselamatan di Jalur Padat Kendaraan
Kawasan Jalan Letjend S. Parman dikenal sebagai salah satu urat nadi transportasi di Kota Malang dengan tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi, terutama pada jam keberangkatan kerja dan sekolah. Tanpa pengawasan ketat, tingginya volume kendaraan berpotensi memicu bahaya bagi anak-anak sekolah yang hendak menyeberang.

Di lokasi, AKBP Alex Sandy Siregar tidak hanya sibuk mengatur lalu lintas dan memberi sinyal stop kepada para pengguna jalan, tetapi juga menyapa para pelajar dengan ramah. Sambil menggandeng tangan anak-anak menyeberangi jalan, ia menyempatkan diri memberikan nasihat positif agar mereka semangat belajar, patuh kepada guru, serta berbakti kepada orang tua.
“Keselamatan anak-anak saat berangkat dan pulang sekolah merupakan prioritas utama kami. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan mereka tiba di sekolah dengan aman, sekaligus mengenalkan bahwa polisi adalah pelindung, pengayom, dan sahabat yang siap membantu mereka kapan saja,” tegas AKBP Alex.
Membangun Karakter dan Menghapus Rasa Takut pada Polisi
AKBP Alex menjelaskan bahwa fokus program “Polisi Peduli Sekolah” tidak sekadar hadir secara fisik untuk menjaga keamanan kawasan pendidikan. Lebih jauh dari itu, program ini dirancang sebagai sarana edukasi karakter dan pemutus jarak emosional antara aparat kepolisian dan generasi muda.
Usia sekolah dasar dipandang sebagai fase krusial dalam pembentukan kepribadian anak. Pendekatan yang hangat dan persuasif diharapkan dapat menghilangkan kesan menakutkan sosok polisi di mata anak-anak, sehingga mereka tidak ragu melapor atau meminta pertolongan saat menghadapi ancaman bahaya di lingkungan sekitar.

Pelayanan Rutin di Gerbang Utama Kota Malang
Sementara itu, Kapolsek Blimbing Kompol Enggarani Laufira menegaskan bahwa penempatan personel di titik-titik rawan sekolah merupakan bagian dari pelayanan rutin jajarannya setiap pagi.
Wilayah hukum Polsek Blimbing memiliki peran strategis sebagai gerbang masuk sisi utara Kota Malang. Kondisi ini membuat arus kendaraan yang melintas selalu padat pada jam-jam sibuk, di mana aktivitas pekerja dan pelajar berlangsung secara bersamaan.
-
Pengaturan Arus Pagi: Menempatkan personel di titik rawan macet dan area sekolah.
-
Prioritas Pelajar: Membantu penyeberangan anak-anak guna mengantisipasi risiko kecelakaan lalu lintas.
-
Menjaga Kelancaran: Memastikan pergerakan lalu lintas di gerbang utara kota tetap tertib dan terkendali.
“Pengaturan lalu lintas pagi hari adalah pelayanan langsung yang rutin kami berikan. Anggota Polsek Blimbing disebar untuk menjaga kelancaran jalan sekaligus memastikan anak-anak sekolah dapat menyeberang dengan aman tanpa rasa khawatir,” pungkas Kompol Enggarani.
Melalui konsistensi program “Polisi Peduli Sekolah”, Polresta Malang Kota berharap angka kecelakaan yang melibatkan pelajar dapat ditekan, sembari terus membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat. (Isp)