Tragedi Berdarah di Pasuruan Juari Tewas Mengenaskan Akibat Serangan Bondet, Pelaku Diduga Lakukan Pembuntutan

IMG_20251204_194720

PASURUAN – Carut 3 Com.Keheningan siang hari di ruas jalan raya Sukorejo-Bangil, tepatnya di wilayah Dusun Lawatan, Desa Kalirejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mendadak pecah pada Kamis (4/12). Sebuah insiden berdarah yang melibatkan bahan peledak jenis bondet (bom ikan) merenggut nyawa seorang pengendara motor di tempat kejadian.

Korban diketahui bernama Juari (43), warga Dusun Mengeng Utara, Desa Kenduruan, Kecamatan Sukorejo. Pria paruh baya ini tewas seketika setelah menjadi sasaran eksekusi brutal oleh pelaku tak dikenal yang diduga kuat telah merencanakan aksinya.

Kronologi Kejadian Korban Sudah Diincar Sejak Awal

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, insiden ini bukanlah serangan acak. Pelaku tampaknya telah menargetkan Juari sejak awal perjalanan. Indikasi ini terlihat dari fakta bahwa pelaku melakukan pelemparan bondet sebanyak dua kali kepada korban.

Peristiwa bermula saat Juari melaju seorang diri menggunakan sepeda motor matik Honda Beat bernopol N 2813 TER. Saat itu, korban terlihat berkendara santai tanpa mengenakan helm. Di bagian dek bawah (pijakan kaki) sepeda motornya, terdapat sebuah buah nangka utuh yang sedang dibawanya.

Detik-detik Mencekam Dua Kali Serangan Bom

Aksi teror ini terjadi dalam dua tahap yang sangat cepat

Serangan Pertama yang Meleset Sekitar 20 hingga 25 meter sebelum titik lokasi korban tewas, pelaku melancarkan serangan pertamanya. Sebuah bondet dilemparkan ke arah Juari yang sedang melaju. Beruntung bagi korban, lemparan pertama tersebut meleset dan tidak mengenai sasaran. Namun, ledakan atau ancaman tersebut membuat Juari menyadari adanya bahaya.

Pengejaran dan Eksekusi Fatal Menyadari ada yang tidak beres, Juari mencoba berhenti sekitar 25 meter dari lokasi serangan pertama, tepat di depan sebuah toko kelontong di tepi jalan. Diduga, korban berhenti untuk memastikan kondisi sekitar atau melihat siapa yang menyerangnya.

Namun, keputusan berhenti tersebut justru menjadi momen fatal. Pelaku yang terus membuntuti dengan agresif tidak membuang waktu. Melihat targetnya berhenti, pelaku kembali melemparkan bondet untuk kedua kalinya.

Tewas Seketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP)

Lemparan kedua ini menjadi penentu akhir hidup Juari. Bidikan pelaku mengenai telak tubuh korban. Ledakan keras bondet tersebut mengakibatkan luka parah yang mematikan. Juari langsung terkapar dan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.

Para saksi mata di sekitar lokasi kejadian, termasuk warga yang berada di dekat toko kelontong, dibuat syok dengan aksi pembunuhan sadis di siang bolong tersebut. Tubuh korban ditemukan bersimbah darah di tepi jalan, sementara motor Honda Beat dan buah nangka yang dibawanya menjadi saksi bisu tragedi tersebut.

Motif Masih Misteri

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari para saksi. Belum diketahui secara pasti apa motif di balik pembunuhan yang menggunakan modus operandi khas kejahatan jalanan di wilayah Pasuruan ini—apakah terkait dendam pribadi, persaingan bisnis, atau motif lainnya.

Namun, pola serangan yang dilakukan secara berulang (dua kali lemparan) dan pembuntutan yang dilakukan pelaku mengindikasikan adanya unsur kesengajaan dan perencanaan yang matang (pembunuhan berencana).(Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *