KOTA PASURUAN – Carut 3Com.Keluhan masyarakat mengenai buruknya infrastruktur di Kota Pasuruan kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada akses jalan utama di kawasan Pasar Karang Ketug. Jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut dilaporkan mengalami kerusakan masif selama lima tahun terakhir tanpa adanya langkah perbaikan konkret dari pemerintah setempat.
Kondisi memprihatinkan ini memicu reaksi keras dari LSM LIRA Jawa Timur dan tokoh pemuda setempat. Dalam peninjauan lokasi yang dilakukan pada Minggu (22/02/2026), ditemukan fakta bahwa jalur sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut dipenuhi lubang dalam dan gelombang ekstrem yang membahayakan pengguna jalan.
Kritik Pedas terhadap Walikota dan DPRD
Wakil Gubernur LSM LIRA Jawa Timur, Ayi Suhaya, S.H., secara blak-blakan menyebut rusaknya infrastruktur pasar adalah cermin dari lemahnya kepemimpinan daerah. Menurutnya, masalah ini bukan sekadar tanggung jawab teknis UPT Pasar atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), melainkan kegagalan manajerial dari pimpinan tertinggi.
”Kerusakan jalan akses pasar ini adalah tanggung jawab langsung Walikota Pasuruan, Adi Wibowo, serta seluruh anggota DPRD. Fungsi pengawasan legislatif tampak tumpul. Mereka jangan hanya menerapkan prinsip ‘3D’—Datang, Duduk, Duit. Pejabat harus peka dan turun tangan mendengar rintihan rakyat yang setiap hari berjuang di jalanan rusak ini,” tegas Ayi Suhaya kepada media.
Ia juga menyayangkan sikap apatis pemerintah yang memaksa warga melakukan swadaya secara mandiri. Hampir setiap hari, masyarakat terpaksa mengurug lubang dengan alat seadanya demi mencegah terjadinya kecelakaan.
Dampak Ekonomi dan Keselamatan Warga
Senada dengan Ayi, tokoh pemuda Kota Pasuruan, Zainul, menekankan bahwa dampak dari kerusakan jalan ini sangat sistemik. Selain mengancam keselamatan jiwa, hambatan logistik ini memicu penurunan omzet bagi para pedagang pasar.
Hambatan Mobilitas: Kendaraan pengangkut barang dagangan sulit melintas, memperlambat distribusi.
Keengganan Pembeli: Saat musim hujan, lubang jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang membuat calon pembeli enggan masuk ke area pasar.
Kondisi Kumuh: Kerusakan yang mengelilingi hampir seluruh area pasar menciptakan kesan kumuh dan tidak terawat.
Keluhan Pedagang Kecil
Munip, salah satu pedagang di Pasar Karang Ketug, mengungkapkan rasa frustrasinya. Ia menyebut penderitaan pedagang sudah berlangsung sangat lama tanpa ada titik terang kapan perbaikan akan dilakukan.
”Kami sudah sangat lama menderita. Jalan rusak ini merusak pemandangan dan akses. Kalau terus dibiarkan, usaha pedagang kecil seperti kami akan semakin terpuruk karena pasar menjadi sepi,” ungkap Munip.
Desakan Perbaikan Segera
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat mendesak Pemerintah Kota Pasuruan untuk segera mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur di Pasar Karang Ketug. Aktivis mengancam akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pihak eksekutif maupun legislatif demi mengembalikan fungsi jalan sebagai penunjang ekonomi rakyat.(Red)