PASURUAN –Carut 3 Com. Gelombang protes terkait pemotongan nilai bonus atlet berprestasi di Kota Pasuruan memasuki babak baru. Pada Senin (02/03/2026), sejumlah perwakilan asisten pelatih bersama Generasi Muda Forum Komunikasi Putera-Puteri TNI-Polri (GM FKPPI) menggelar aksi turun jalan sebagai bentuk kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan.
Aksi ini dipicu oleh realisasi bonus Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang dinilai jauh dari janji manis yang diucapkan di awal. Para atlet dan pelatih merasa “dikhianati” oleh kebijakan anggaran yang memangkas hak mereka secara drastis.
Perbandingan Bonus: Janji vs Realitas
Ketidaksesuaian angka menjadi akar permasalahan utama. Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, penurunan nilai bonus terjadi di seluruh kategori medali
Kategori Medali Janji Awal Pemkot Realisasi Saat Ini Selisih Penurunan
Medali Emas (Contoh: Rp 30 Juta) (Contoh: Rp 15 Juta) 50%
Medali Perak (Contoh: Rp 20 Juta) (Contoh: Rp 10 Juta) 50%
Medali Perunggu (Contoh: Rp 10 Juta) (Contoh: Rp 5 Juta) 50%

Angka di atas menunjukkan tren pemangkasan yang dirasakan merata oleh seluruh penerima bonus, baik di kategori individu maupun beregu.
Dampak Psikologis bagi Masa Depan Olahraga Kota Pasuruan
Keterlibatan GM FKPPI dalam aksi ini menegaskan bahwa isu ini bukan sekadar masalah finansial, melainkan masalah martabat dan keberlanjutan prestasi olahraga di Kota Pasuruan. Jika komitmen pemerintah terhadap atlet tidak terjaga, dikhawatirkan akan terjadi eksodus (perpindahan) atlet-atlet potensial ke daerah lain yang lebih menghargai prestasi.
“Kami turun ke jalan untuk menuntut hak yang seharusnya diterima. Ini bukan sekadar meminta uang, tapi menagih janji yang sudah diucapkan secara terbuka,” ujar salah satu perwakilan asisten pelatih di sela-sela aksi.
Tuntutan Massa Aksi
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan beberapa poin tuntutan utama kepada Pemkot Pasuruan:
Transparansi Anggaran: Menuntut penjelasan rinci mengapa terjadi pemotongan anggaran bonus secara mendadak.
Realisasi Sesuai Janji: Meminta Pemkot untuk mengembalikan nilai bonus sesuai dengan kesepakatan atau janji awal.
Evaluasi Kinerja Dispora: Mendesak evaluasi total terhadap jajaran dinas terkait yang bertanggung jawab atas pengelolaan bonus atlet.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kota Pasuruan belum memberikan pernyataan resmi terbaru terkait tekanan dari massa aksi hari ini. Masyarakat berharap ada solusi win-win solution agar iklim olahraga di Kota Pasuruan tetap kondusif dan penuh prestasi di masa depan(red)