MALANG KOTA, Carut3.com – Polresta Malang Kota terus berkomitmen menjaga generasi muda dari bahaya kenakalan remaja melalui pendekatan humanis. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Kapolsek Klojen, Kompol Moch. Budiarto, yang didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Sumbersari, Aiptu Wahyu Setiawan, saat menggelar kunjungan silaturahmi ke SMAN 4 Kota Malang pada Senin (08/06/2026).
Kegiatan sambang dialogis ini disambut hangat oleh Kepala SMAN 4 Kota Malang, Dr. Hari Wahjono, bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Alfan Akbar Yusuf, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Salis Adha, serta perwakilan pengurus sekolah dan siswa kelas XI.
Agenda ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana. Beliau meminta seluruh jajaran pejabat utama dan kewilayahan untuk aktif turun ke sekolah guna membangun komunikasi, menyerap aspirasi, serta memetakan dinamika yang terjadi di lingkungan pendidikan.
“Kegiatan ini adalah wujud implementasi arahan Bapak Kapolresta. Mendengar aspirasi dan memahami kondisi riil di sekolah menjadi prioritas kami, karena di sinilah masa depan bangsa sedang ditempa,” ungkap Kompol Budiarto.
Pesan Tegas: Jauhi Bullying hingga Judi Online
Dalam ruang dialog bersama siswa kelas XI, Kompol Budiarto memberikan edukasi penting terkait maraknya fenomena kenakalan remaja saat ini. Beliau mengimbau para siswa untuk membentengi diri dari perilaku negatif seperti:
-
Perundungan (bullying)
-
Tawuran atau perkelahian antarpelajar
-
Penyalahgunaan narkoba
-
Praktik judi online yang kian meresahkan
“Saya mengajak kalian semua untuk menjadi agen kebaikan. Ingatkan teman-teman yang lain agar menjauhi bullying, narkoba, dan judi online. Hal-hal tersebut hanya akan merusak masa depan dan menjauhkan kalian dari cita-cita,” tegas Kapolsek Klojen.

Soroti Pentingnya Kesehatan Mental Remaja
Tidak hanya soal hukum dan ketertiban, Kompol Budiarto juga menaruh perhatian besar pada isu kesehatan mental (mental health) para pelajar. Ia mengingatkan agar para siswa tidak memendam beban pikiran atau masalah seorang diri.
Menurutnya, memiliki ruang cerita atau sosok tepercaya sangat krusial untuk menjaga stabilitas emosional remaja saat menghadapi tekanan akademik maupun personal.
“Kalau ada masalah, jangan dipendam sendiri. Ceritakan kepada orang yang kalian percayai, bisa sahabat, orang tua, keluarga, atau guru di sekolah. Langkah kecil ini sangat penting untuk mencegah stres dan menjaga mental kalian tetap sehat,” pesannya ramah.
Kolaborasi dan Deteksi Dini di Lingkungan Sekolah
Di sisi lain, kepolisian juga mengajak pihak guru untuk lebih peka terhadap perubahan perilaku anak didik mereka. Deteksi dini berupa pendampingan pada siswa yang menunjukkan gelagat tidak biasa diharapkan bisa mencegah masalah personal berkembang menjadi lebih serius.
Senada dengan hal tersebut, Aiptu Wahyu Setiawan menegaskan bahwa pihak Bhabinkamtibmas akan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak sekolah demi menciptakan ruang belajar yang aman.
“Sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan Polri adalah kunci utama. Kita ingin memastikan sekolah menjadi lingkungan yang nyaman dan mendukung tumbuh kembang prestasi para siswa tanpa pengaruh negatif,” pungkas Aiptu Wahyu. (Isp)