Malang, Carut3.com-Halaman Mapolresta Malang Kota mendadak riuh dan dipenuhi antusiasme tinggi pada momen Final Piala Dunia 2026. Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, menggelar acara nonton bareng (nobar) laga pamungkas yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Acara ini bukan sekadar ajang menonton sepak bola, melainkan ruang silaturahmi yang hangat antara aparat kepolisian, awak media, dan masyarakat luas.
Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan bahwa agenda ini merupakan bentuk apresiasi nyata bagi insan pers sekaligus medium untuk mempererat hubungan emosional antara Polri dan warga.
“Olahraga adalah bahasa persatuan. Kami menghadirkan ruang kebersamaan antara Polri, rekan-rekan media, dan masyarakat dalam suasana hangat penuh sportivitas,” tutur Kombes Pol Putu Kholis.
Ratusan Hadiah dan Kejutan yang Menghidupkan Suasana
Untuk menambah keseruan, panitia dari Polresta Malang Kota telah menyiapkan 100 hadiah kejutan serta satu unit televisi 32 inci sebagai doorprize utama. Setiap pengunjung yang datang langsung diberikan kupon undian agar memiliki kesempatan yang sama untuk membawa pulang hadiah.

Guna menjaga ritme keseruan di tengah ketegangan pertandingan, pembagian doorprize sengaja dibagi menjadi tiga sesi, yaitu sebelum laga, saat jeda babak pertama, hingga berakhirnya pertandingan.
Keberuntungan berpihak pada Pongki, salah satu jurnalis yang hadir malam itu. Ia berhasil membawa pulang hadiah utama berupa televisi 32 inci setelah nomor kuponnya keluar di sesi pengundian puncak. Tidak hanya Pongki, rekan-rekan media lainnya juga banyak yang memboyong hadiah hiburan malam itu.
Berkah Nobar bagi Warga Luar Kota
Kemeriahan acara ini tidak hanya dinikmati oleh warga lokal Kota Malang. Salah satu cerita menarik datang dari Pak Sugiono (64), seorang warga asal Kabupaten Situbondo. Keberadaannya di Malang sebenarnya untuk mendampingi anggota keluarga yang sedang dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA), yang lokasinya tepat berada di seberang Mapolresta.

Melihat ada keramaian nobar, Sugiono bersama tiga anggota keluarganya memutuskan untuk bergabung. Tak disangka, rombongan keluarga ini justru ikut ketiban rezeki dengan mendapatkan hadiah kejutan dari panitia.
“Terima kasih kepada Polresta Malang Kota. Kami bisa ikut nobar final Piala Dunia sambil ngopi, juga dapat hadiah. Ini menjadi oleh-oleh dan kenangan,” kata Sugiono dengan raut wajah bahagia.
Pesan Humanis dan Akhir Drama Menit ke-106
Di akhir acara, Kombes Pol Putu Kholis menegaskan kembali bahwa pendekatan humanis seperti ini penting untuk terus dirawat. Sinergi yang kuat dengan media sebagai mitra strategis dan kedekatan dengan masyarakat diyakini menjadi pondasi utama dalam menjaga kondusivitas keamanan di Kota Malang.
Suasana nobar mencapai puncak euforianya saat memasuki babak perpanjangan waktu. Ketegangan mencair ketika penyerang Spanyol, Ferran Torres, berhasil menyarangkan bola ke gawang Argentina pada menit ke-106. Gol tunggal tersebut mengunci kemenangan Spanyol sebagai juara dunia baru, sekaligus menyisakan cerita dramatis bagi laga terakhir Lionel Messi bersama tim nasionalnya.
Melalui momentum Piala Dunia 2026 ini, Polresta Malang Kota sukses mengemas esensi olahraga bukan hanya sebagai tontonan, melainkan sebagai media pemersatu yang memperkuat solidaritas dan sportivitas di tengah masyarakat. (Isp)