SIDOARJO – Carut 3 Com.Sebuah insiden menegangkan terjadi di jalur sibuk Bypass Krian, Sidoarjo, pada hari Rabu (10/9/2025). Seorang sopir truk yang diduga tengah melakukan praktik ilegal pemindahan bahan bakar solar atau yang dikenal dengan istilah ‘kencing solar’ panik saat aksinya kepergok oleh anggota Lembaga Pemantau Kinerja Pemerintah (Lp2kp) dan awak media. Aksi pengejaran bak film laga pun tak terhindarkan, diwarnai dengan tindakan ugal-ugalan sopir truk yang membahayakan pengguna jalan lain.(Rabu,10/9/25)
Kronologi Penemuan Aksi Ilegal
Peristiwa ini Peristiwa ini bermula ketika Ketua Lp2kp, Subkhie, bersama timnya dan awak media dari Carut3.com secara tidak sengaja melintas di kawasan Bypass Krian. Rombongan yang saat itu dalam perjalanan dari arah Krian menuju Mojokerto, menaruh curiga pada sebuah truk berwarna biru putih dengan tulisan “IWF” di bodinya yang berhenti di bahu jalan.
“Kami melihat ada gelagat yang aneh. Sopir truk terlihat sibuk di dekat tangki bahan bakar dan ada beberapa jeriken di sampingnya,” ungkap Adib, salah satu anggota tim di lokasi.
Rasa penasaran mendorong tim untuk mendekat. Benar saja, dari jarak yang lebih dekat, terlihat dengan jelas sang sopir sedang memindahkan solar dari tangki truk ke dalam sebuah jeriken menggunakan selang. Menyadari adanya potensi tindak pidana penyalahgunaan BBM, awak media yang turut serta segera mengabadikan momen tersebut dengan kamera.
Menyadari aksinya direkam, sopir truk yang identitasnya belum diketahui itu sontak panik. Ia dengan tergesa-gesa mencabut selang dari tangki dan jeriken. Namun, situasi menjadi lebih tegang ketika seorang pria tak dikenal tiba-tiba muncul dan berusaha secara aktif menghalang-halangi kerja jurnalis yang sedang meliput.
“Saat kami berusaha merekam lebih dekat, sopir itu langsung bersiap kabur. Di saat yang sama, ada orang lain yang mencoba mengintervensi dan menghalangi kamera kami. Kami tidak habis pikir dengan situasi tersebut,” jelas Direktur media Carut3.com.
Tanpa pikir panjang, sopir truk tersebut langsung melompat ke dalam kabin dan tancap gas melarikan diri.
Melihat truk tersebut kabur, tim Lp2kp dan awak media memutuskan untuk melakukan pengejaran guna mendapatkan identitas dan nomor polisi truk dengan lebih jelas. Namun, upaya pengejaran tersebut berubah menjadi adegan yang sangat berbahaya.
Sopir truk “IWF” tersebut memacu kendaraannya
dengan kecepatan tinggi secara ugal-ugalan. Ia sama sekali tidak mengindahkan keselamatan pengguna jalan lain, baik pengendara sepeda motor maupun truk-truk besar lainnya yang melintas. Puncak dari aksi nekatnya adalah ketika ia dengan sengaja menerobos lampu merah di salah satu persimpangan.
“Sangat mengerikan. Dia hampir saja menabrak beberapa pengendara. Lampu lalu lintas sudah jelas-jelas berwarna merah, tapi dia tetap tancap gas tanpa ragu. Nyawa orang lain seakan tidak ada harganya,” lanjut Adib dengan nada geram.
Upaya pengejaran oleh tim terpaksa berhenti ketika mereka terhalang oleh lampu merah yang sama. Kepatuhan mereka pada aturan lalu lintas memberikan jeda yang cukup bagi truk tersebut untuk menghilang di tengah padatnya arus kendaraan menuju Mojokerto.
Kini, rekaman video yang menjadi bukti kuat aksi ‘kencing solar’ dan pelanggaran lalu lintas berat tersebut telah diamankan. Pihak Lp2kp berharap aparat kepolisian, khususnya Polres Sidoarjo, dapat segera menindaklanjuti temuan ini untuk mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi yang merugikan negara dan membongkar jaringan yang mungkin terlibat di baliknya.(Red)