MALANG, Carut3.com — Menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Humas Polri yang ke-75, Seksi Humas Polresta Malang Kota menggelar aksi kemanusiaan berupa bakti kesehatan donor darah pada Selasa (20/10/2026). Bertempat di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang, Jalan Buring, kegiatan sosial ini berhasil mengumpulkan puluhan kantong darah untuk membantu sesama.
Aksi yang mengusung tema “Polri Bersama Masyarakat” ini digelar serentak oleh jajaran kehumasan Polri di seluruh Indonesia sebagai wujud kepedulian nyata terhadap ketersediaan stok darah dan kesehatan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, tercatat sebanyak 87 orang pendaftar dari berbagai latar belakang mendatangi lokasi donor. Setelah melalui serangkaian proses skrining medis yang ketat oleh tim ahli PMI, sebanyak 67 orang dinyatakan lolos dan memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya. Sementara itu, 20 pendaftar sisanya harus menunda niat baik mereka akibat kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.
Wujud Nyata Kepedulian Sosial dan Kemanusiaan
Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhikin, menyampaikan bahwa peringatan hari jadi ke-75 ini menjadi momentum penting bagi fungsi Humas Polri untuk mempererat ikatan dengan masyarakat melalui tindakan nyata yang membawa manfaat langsung.
“Melalui aksi donor darah ini, Polri ingin hadir di tengah masyarakat tidak hanya lewat pengayoman keamanan, tetapi juga aksi kemanusiaan. Harapan kami, langkah ini dapat membantu memenuhi cadangan darah bagi pasien yang tengah membutuhkan perawatan medis di berbagai rumah sakit,” ujar Ipda Lukman.
Ia menambahkan, kegiatan donor darah ini bersifat terbuka luas. Partisipasi tidak hanya datang dari personel internal Humas maupun lintas fungsi di Polresta Malang Kota, tetapi juga melibatkan elemen masyarakat umum serta insan pers.

Prosedur Skrining Ketat Demi Keamanan Pendonor dan Penerima
Mengenai 20 peserta yang belum berhasil mendonorkan darahnya, Ipda Lukman menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian penting dari prosedur operasional standar (SOP) demi menjaga keselamatan semua pihak.

Berdasarkan evaluasi tim medis PMI Kota Malang, penundaan donor darah umumnya disebabkan oleh beberapa faktor klinis sementara, di antaranya:
-
Kadar hemoglobin (Hb) yang berada di luar batas normal (terlalu rendah atau terlalu tinggi).
-
Tekanan darah (tensi) yang terindikasi terlalu tinggi atau rendah pada saat pemeriksaan.
-
Riwayat konsumsi obat-obatan tertentu dalam jangka waktu terdekat.
-
Kondisi fisik yang kurang fit atau faktor medis lain yang memerlukan jeda istirahat.
“Prosedur pemeriksaan medis awal ini sangat krusial. Selain menjaga kesehatan calon pendonor agar tidak memicu efek samping, skrining ketat menjamin keamanan serta kualitas darah yang nantinya ditransfusikan kepada pasien penerima,” terangnya.
Menegaskan Peran Humas yang Humanis
Aksi sosial gotong royong ini diharapkan dapat menginspirasi gerakan kemanusiaan serupa di tengah masyarakat luas, sekaligus mengingatkan pentingnya tenggang rasa bahwa setetes darah yang disumbangkan sangat berarti bagi keberlangsungan hidup orang lain.
Melalui momentum HUT Humas Polri ke-75 ini, Polresta Malang Kota ingin memantapkan citra kehumasan yang responsif dan berjiwa sosial tinggi. Peran Humas Polri kini berkembang tidak sekadar sebagai penyampai informasi publik dan pembina kemitraan media, melainkan juga sebagai motor penggerak kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. (Isp)