Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota Gelar Pengajian Bareng Gus Iqdam

Screenshot_20260530_200515_WhatsApp

MALANG KOTA, Carut3.com – Menyambut Bulan Bhakti Bhayangkara ke-80, Polresta Malang Kota bersiap menggelar acara Pengajian Umum dan Doa Bersama skala besar. Acara yang terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat ini akan menghadirkan pendakwah muda naik daun, Muhammad Iqdam atau yang akrab disapa Gus Iqdam.

Gema selawat dan pengajian akbar ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gajayana, Jalan Semeru, Kota Malang, pada Selasa (2/6/2026) mendatang. Agenda religius ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli.

Pendekatan Spiritual dan Doa untuk Kanjuruhan

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Putu Kholis Aryana, melalui Kasi Humas Ipda Lukman Sobhikin, mengungkapkan bahwa acara ini dirancang untuk mempererat hubungan kepolisian dengan masyarakat lewat jalur spiritual.

“Selain meningkatkan keimanan, momen ini menjadi wadah silaturahmi antara Polri, ulama, tokoh masyarakat, dan warga Malang Raya. Tujuannya adalah bersama-sama menjaga persatuan dan kondusivitas kamtibmas,” ujar Ipda Lukman pada Sabtu sore (30/5/2026).

Pemilihan Gus Iqdam sebagai penceramah bukan tanpa alasan. Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II Blitar ini dikenal punya metode dakwah yang inklusif, santun, dan mampu merangkul berbagai kalangan, termasuk kelompok marginal. Gaya bicaranya yang humoris namun berbobot dinilai sangat cocok dengan semangat Polri yang humanis.

Menariknya, dalam pengajian ini, Gus Iqdam juga akan mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan para korban tragedi Kanjuruhan. Doa bersama ini ditujukan sebagai bentuk empati mendalam sekaligus penguat moril bagi keluarga yang ditinggalkan.

Siapkan Ratusan Personel Pengamanan

Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan puluhan ribu jemaah yang diprediksi memadati Stadion Gajayana, Polresta Malang Kota telah menyiapkan skenario pengamanan yang matang.

  • Total Personel: 470 personel gabungan (Polri, TNI, Pemkot, dan ormas).

  • Metode Pengamanan: Mengedepankan pendekatan preemtif, preventif, dan humanis.

  • Imbauan Jemaah: Pengunjung diminta tertib, menjaga kebersihan, dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Melalui sinergi besar antara aparat, ulama, dan masyarakat ini, Bulan Bhakti Bhayangkara ke-80 diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan momentum nyata untuk memperkuat solidaritas sosial demi mewujudkan Malang Raya yang aman, damai, dan harmonis. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *