NYALI POLRESTA PROBOLINGGO DI SOROT DAN DI PERTANYAAN PUBLIK

IMG-20251102-WA0026

Probolinggo – Carut 3 Com.Minggu (02/11)
Kinerja dan nyali aparat penegak hukum POLRESTA Probolinggo di pertanyakan alnya Aktivitas judi sabung ayam yang dikendalikan oleh salah satu perangkat pemerintahan desa tanjung rejo kecamatan tongas kabupaten Probolinggo ber inisial SHN dikabarkan tetep berjalan mulus, aman, dan lancar setiap akhir pekan tanpa sedikit pun gangguan dari aparat penegak hukum.

Kendati masyarakat sudah menyoroti praktik perjudian tersebut, tak ada tanda-tanda penindakan serius dari pihak kepolisian baik Polsek Tongas maupun Polresta Probolinggo

Sontak, kondisi ini memantik reaksi keras dari para penggiat dan aktivis Jawa Timur  menurut Syahputra selaku ketua umum LSM-GRANAT (GERAKAN RAKYAT NUSANTARA)menuding keras lemahnya penegakan hukum di daerah Probolinggo

“Kami menilai aparat penegak hukum sengaja tutup mata terkait aktivitas perjudian ini,” tegas Syahputra , Minggu (02/11/2025).

Menurut Syahputra dugaan itu bukan tanpa dasar. Sebab, meski aktivitas sabung ayam di Tanjung Rejo sudah berulang kali dikeluhkan warga, arena yang dikendalikan Pria ber inisial SHN,masih saja beroperasi bebas.

Bahkan, setiap Sabtu dan Minggu, lokasi sabung ayam itu selalu ramai dikunjungi pemain dan penonton, lengkap dengan transaksi taruhan yang fantastis.

Dari informasi yang diterimanya, pada Sabtu (01/11/2025)
arena sabung ayam di kawasan lokasi rumah kepala desa tersebut kembali menggelar pertarungan dengan nilai taruhan mencapai Puluhan juta.

Tak berhenti di situ, beberapa waktu lalu, tempat yang sama juga sempat menggelar sabung ayam dengan melalui undangan

“Kegiatan ini sudah masuk kategori perjudian besar, bukan lokal lagi. Tapi yang aneh, polisi seolah membiarkan. Kalau bukan pembiaran, apa namanya?” sindir Syahputra  dengan nada tajam.

Lebih jauh, syahputra menyinggung adanya dugaan kedekatan SHN,dengan oknum Anggota Polresta Probolinggo. Menurut Kabar yang beredar di masyarakat menyebut, SHN kerap menggunakan nama oknum nama anggota tersebut itu untuk memuluskan aktivitasnya di lapangan.

“Kalau benar ada nama oknum APH  di belakangnya, ini sudah serius. Artinya hukum benar-benar lumpuh karena dilumpuhkan dari dalam,” tegas Syahputra

Aktivitas sabung ayam di Tanjung Rejo kini bahkan telah berubah menjadi bisnis terorganisir. Sumber warga menyebut, setiap akhir pekan lokasi tersebut menampung puluhan pemain dari berbagai daerah, dengan penjagaan ketat dan sistem taruhan yang diatur secara profesional.

Syahputra pun menegaskan, pembiaran terhadap praktik judi sabung ayam ini bukan hanya mencoreng wajah hukum, tetapi juga merusak moral institusi penegak hukum itu sendiri.

“Kami akan kirimkan Dumas untuk  mendesak Polresta Probolinggo  dan Polda Jatim segera bertindak. Jangan biarkan hukum hanya tajam ke rakyat kecil tapi tumpul ke atas. Ini bukan lagi isu sepele, ini soal kehormatan institusi,” tegas Sahputra (tim/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *