Penyebab Kebakaran Dapur Gizi RSSA Malang Terungkap

IMG-20260910-WA0028

MALANG, Carut3.com — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang pada Rabu sore, 9 September 2026. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan sejumlah saksi, si jago merah dipicu oleh mesin pembuang udara (blower/exhaust) yang mengalami panas berlebih (overheat).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB di kompleks rumah sakit yang berlokasi di Jalan Jaksa Agung Suprapto Nomor 2, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kobaran api membakar bagian konstruksi atap ruang Dapur Gizi sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Inspektur Dua Lukman Sobhikin, menyatakan bahwa sesaat setelah menerima laporan, personel piket fungsi Polresta Malang Kota bersama Polsek Klojen langsung menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk mengamankan area dan mengumpulkan bukti awal.

“Dari hasil olah TKP, titik api berasal dari mesin blower atau exhaust yang mengalami overheat,” kata Lukman saat memberikan keterangan resmi.

Proses pemadaman dan pendinginan di lokasi mengerahkan lima unit armada Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Malang. Satu unit ambulans turut disiagakan di area kejadian sebagai langkah antisipasi situasi darurat di lingkungan rumah sakit.

Temuan kepolisian di lapangan selaras dengan keterangan dua staf Instalasi Gizi RSSA, Riske Dwi Jayanti dan Mita Wijayanti, yang berada di lokasi saat api pertama kali muncul. Keduanya mengaku melihat percikan api keluar dari unit blower yang terpasang di langit-langit ruangan, sekitar dua meter di atas kepala mereka.

Mengetahui adanya kobaran api, Riske dan Mita segera menyelamatkan diri keluar ruangan dan melapor kepada Prasetyo, petugas keamanan rumah sakit yang bertugas saat itu. Laporan tersebut kemudian diteruskan secara cepat ke pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran.

Dari penelusuran tim olah TKP, api dengan cepat menjalar melalui lorong saluran pembuangan udara (ducting) hingga membakar struktur konstruksi atap ruang Dapur Gizi. Fasilitas ini merupakan salah satu unit vital RSSA yang berfungsi menyiapkan dan mendistribusikan konsumsi harian bagi seluruh pasien rawat inap.

Polisi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Kendati demikian, peristiwa tersebut mengakibatkan kerusakan materiil yang cukup signifikan pada struktur atap gedung Instalasi Gizi.

“Fokus kami adalah memastikan keselamatan seluruh pihak. Tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugian saat ini berfokus pada kerusakan materiil pada bangunan,” ujar Lukman. Hasil olah TKP ini menjadi dasar resmi kepolisian untuk menutup penyelidikan penyebab kebakaran serta mendokumentasikan total dampak kerusakan fasilitas medis tersebut. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *