MALANG, Carut3.com – Polresta Malang Kota memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh massa dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu (ALAT BANTU) yang menggelar aksi unjuk rasa secara tertib dan damai di Kota Malang, Rabu (21/10/2026).
Sinergi dan komunikasi yang terjalin erat antara aparat keamanan dan peserta aksi berhasil menciptakan suasana yang aman dan kondusif sepanjang jalannya penyampaian aspirasi, dengan pengawalan ketat dari ratusan personel kepolisian.
Ungkapan Khas “Osob Kiwalan” untuk Warga dan Mahasiswa
Mewakili Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS, Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Rizki Julianda Putera Buna menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen masyarakat dan elemen mahasiswa yang terlibat. Uniknya, ungkapan terima kasih tersebut disampaikan menggunakan Osob Kiwalan (bahasa terbalik khas Malang) sebagai bentuk kedekatan emosional.
“Rutam Nuwus hebak (terima kasih semuanya) untuk seluruh pihak yang terlibat, baik nawak-nawak ngalam (teman-teman Malang), masyarakat, hingga adik-adik mahasiswa dalam aksi ALAT BANTU. Umak mbois (kalian keren) karena sudah konsisten menjaga kondusivitas Kota Malang,” ujar Kompol Rizki pada Rabu (21/10/2026).
Pengamanan Humanis dan Profesional
Sebagaimana telah disiapkan sebelumnya, Polresta Malang Kota menerjunkan sedikitnya 250 personel terpadu demi mengawal dan melayani para peserta aksi agar dapat menyuarakan pendapat mereka dengan aman dan tertib.
Kompol Rizki menekankan bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian integral dari demokrasi yang wajib dihormati dan dilindungi oleh undang-undang.

“Sesuai instruksi pimpinan, seluruh personel di lapangan mengedepankan pendekatan dialogis dan komunikasi persuasif. Kami menekankan untuk menghindari segalanya yang berpotensi memicu gesekan atau ketegangan,” tegasnya.
Waspadai Provokasi demi Menjaga “Bumi Arema”
Di samping memberikan apresiasi, pihak kepolisian juga mengimbau semua pihak untuk senantiasa bijak dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya maupun tindakan yang dapat merusak ketertiban umum. Kesadaran kolektif untuk menjaga kedamaian menjadi faktor kunci agar pesan dan aspirasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik tanpa mengorbankan rasa aman warga sekitar.
Apresiasi menggunakan bahasa lokal ini menjadi bukti nyata penghargaan kepolisian terhadap kedewasaan demokrasi masyarakat Malang.

“Harapan kita bersama, Bumi Arema senantiasa menjadi daerah yang aman, damai, dan sejuk. Suara dan aspirasi tentu boleh disuarakan, namun ketertiban serta sikap saling menghormati harus tetap diprioritaskan,” pungkas Kompol Rizki.
Melalui pengawalan aksi kali ini, Polresta Malang Kota kembali menegaskan komitmennya untuk selalu hadir mengayomi masyarakat secara humanis, profesional, dan proporsional demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Malang. (Isp)