Ribuan Ojol Malang Serbu Surabaya, Tuntut Keadilan Tarif

IMG-20260520-WA0041

Berdasarkan data di lapangan, diperkirakan ada sekitar 5.000 pengemudi yang melebur dalam wadah koalisi Front Driver Online. Sejak pagi buta, mereka sudah memadati area titik kumpul utama yang berlokasi di kawasan Wisata Petik Madu, Lawang, Kabupaten Malang. Aksi ini menunjukkan solidaritas yang kuat antar-komunitas, sebab massa yang datang merupakan gabungan dari berbagai wadah lokal seperti TRC PDOI, DOC Malang, One Peace Ngalam, Sindrom Malang, dan GARASI. Tak hanya itu, para pengemudi yang sehari-hari beroperasi di bawah bendera raksasa teknologi seperti Gojek, Grab, hingga Shopee Food turut melebur dalam barisan yang sama.

Skenario Pengawalan Ketat dan Sistem Estafet Kepolisian

Mengingat jumlah massa yang masif berpotensi memicu kemacetan parah di jalur arteri Malang-Surabaya, aparat kepolisian langsung sigap menerapkan sistem pengamanan dan pengawalan ketat secara estafet (berantai) antardistrik.

Perjalanan panjang ini dimulai tepat pada pukul 07.10 WIB. Gelombang pertama yang terdiri dari sedikitnya 300 unit sepeda motor mulai bergerak meninggalkan titik kumpul dengan kawalan ketat dari Satlantas Polres Malang. Jalur keberangkatan ini dijaga ketat hingga rombongan mencapai wilayah perbatasan Kabupaten Pandaan, Pasuruan.

Setelah melewati batas wilayah tersebut, estafet pengamanan langsung dialihkan ke jajaran kepolisian wilayah berikutnya. Skema serupa juga diterapkan saat massa aksi melintasi kawasan Alun-Alun Sidoarjo, di mana petugas setempat telah bersiaga untuk mengarahkan rute agar konvoi tidak mengunci urat nadi lalu lintas komersial, hingga akhirnya rombongan besar ini memasuki gerbang Kota Surabaya.

Kapolsek Lawang, Kompol Moch. Lutfi, mengonfirmasi bahwa penataan rute dan pengawalan ini sengaja dilakukan demi menjaga keseimbangan antara hak warga negara dalam mengutarakan pendapat di muka umum dengan hak pengguna jalan lainnya.

“Fokus utama kami adalah memastikan keberangkatan rekan-rekan driver ini berjalan tertib dan aman sampai ke perbatasan wilayah hukum kami. Kami tidak ingin aksi ini mengganggu ketertiban umum atau mengorbankan keselamatan para pengguna jalan lain yang kebetulan melintas di rute yang sama,” jelas Kompol Moch. Lutfi saat memberikan keterangan resmi.

Beliau juga menambahkan bahwa pihak kepolisian sangat menghormati ruang demokrasi ini. Namun, ia tak bosan-bosan mengimbau agar seluruh peserta aksi tetap menjaga kepala dingin, mematuhi seluruh rambu lalu lintas, serta tidak mudah tersulut provokasi oleh oknum-oknum yang ingin memperkeruh suasana di jalanan.

Empat Instansi Strategis di Surabaya Siap Dikepung

Setibanya di ibu kota Provinsi Jawa Timur, massa Front Driver Online tidak hanya berfokus pada kantor manajemen aplikator, melainkan telah menyusun agenda untuk mendatangi dan mengepung empat titik instansi pemerintahan serta penegak hukum yang dinilai krusial dalam menentukan regulasi transportasi online. Keempat titik sasaran tersebut meliputi:

  1. Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur – Sebagai penentu kebijakan tarif bawah dan tarif atas serta zonasi operasional.

  2. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Surabaya – Terkait regulasi teknis aplikasi penunjang dan pengawasan platform digital.

  3. Mapolda Jawa Timur – Guna memastikan perlindungan hukum serta koordinasi keamanan bagi para pekerja jalanan.

  4. Kantor DPRD Provinsi Jawa Timur – Tempat para driver menyuarakan aspirasi legislatif agar ada payung hukum atau perda yang lebih berpihak pada kesejahteraan mitra ojol.

Hingga laporan ini diturunkan, pergerakan konvoi besar dari Malang menuju Surabaya terpantau masih berjalan dengan relatif aman, tertib, dan terkendali. Di sisi lain, Kepolisian Polrestabes Surabaya dilaporkan telah menyiagakan ratusan personel gabungan di berbagai titik rawan dan objek vital kota guna mengantisipasi kedatangan massa, sekaligus memastikan unjuk rasa berjalan damai hingga seluruh peserta membubarkan diri untuk kembali ke daerah asal masing-masing. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *