Kemarau Panjang, Kapolresta Malang Kota dan Wawali Gelar Sholat Istisqa dan Imbau Cegah Kebakaran

IMG-20261024-WA0021

MALANG, Carut3.com – Dampak musim kemarau panjang yang tak kunjung usai kian meningkatkan risiko kekeringan dan bahaya kebakaran di wilayah pemukiman maupun lahan terbuka. Menyikapi situasi tersebut, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota bersama Pemerintah Kota Malang menggelar Sholat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon diturunkannya hujan oleh Allah SWT.

Kegiatan bernuansa religius ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS bersama Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin, seusai pelaksanaan Sholat Subuh Keliling (Suling) di Masjid Panglima Besar Jenderal Soedirman, Jalan Tumenggung Suryo, kawasan Rampal, Kelurahan Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

Agenda doa bersama ini juga diikuti oleh Wakapolresta Malang Kota AKBP Alex Sandy Siregar, jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Malang Kota, para ulama, jamaah Suling, hingga jamaah pengajian Pondok Beras.

Ikhtiar Spiritual dan Bentuk Kemitraan Warga

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo PS mengungkapkan bahwa pelaksanaan Sholat Istisqa bukan sekadar ritual ibadah biasa, melainkan wujud kepedulian bersama terhadap kondisi alam yang kian memprihatinkan akibat kemarau ekstrem.

“Melalui Sholat Istisqa ini, kami bersama jajaran pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat memohon dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT agar segera melimpahkan rahmat hujan. Di tengah ancaman kekeringan yang meluas, kekuatan doa harus kita perkuat selaras dengan komitmen kita dalam menjaga keselamatan lingkungan,” tutur Danang.

Sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah kota, tokoh agama, dan warga ini menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah-tengah masyarakat untuk mengayomi, baik dalam urusan keamanan maupun persoalan sosial-lingkungan.

Imbauan Tegas Pencegahan Kebakaran Lahan dan Pemukiman

Lebih lanjut, Danang menegaskan bahwa ikhtiar spiritual harus diimbangi dengan tindakan nyata di lapangan. Vegetasi yang mengering akibat suhu udara tinggi membuat material di sekitar permukiman menjadi sangat sensitif dan mudah terbakar. Oleh karena itu, ia memberikan beberapa arahan penting kepada masyarakat:

  • Stop Membakar Sampah dan Lahan: Masyarakat dilarang keras membersihkan pekarangan atau mengolah lahan dengan cara membakar sampah dan semak belukar, terutama yang berdekatan dengan area pemukiman padat.

  • Waspadai Puntung Rokok dan Api Kecil: Dilarang meninggalkan sisa api dalam keadaan menyala dan wajib memastikan puntung rokok telah padam sempurna sebelum dibuang di tempat yang aman.

  • Pemeriksaan Rumah Sebelum Bepergian: Sebelum beraktivitas di luar rumah, warga diimbau memeriksa instalasi gas elpiji, memastikan kompor padam, serta mengecek steker dan jaringan listrik guna mengantisipasi bahaya korsleting.

  • Bijak Menggunakan Air: Di tengah keterbatasan pasokan air bersih, warga diharapkan lebih hemat dan bijak dalam mengonsumsi air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Jangan pernah meremehkan percikan api sekecil apa pun di musim kering seperti ini. Tertiup angin sedikit saja, api bisa merambat sangat cepat dan membahayakan keselamatan jiwa maupun harta benda. Pencegahan dini adalah kunci utama,” tegas Kapolresta.

Perkuat Tanggap Darurat dan Pelaporan Cepat

Guna mengantisipasi dampak buruk yang tidak diinginkan, Polresta Malang Kota meminta warga untuk selalu tanggap dan saling peduli terhadap kondisi di sekitarnya. Jika melihat munculnya titik api, asap mencurigakan, atau potensi bahaya kebakaran lainnya, masyarakat diimbau untuk segera berkoordinasi dengan pengurus RT/RW setempat atau langsung menghubungi layanan darurat kepolisian.

Melalui perpaduan antara doa bersama dan kedisiplinan warga dalam menjaga lingkungan, diharapkan Kota Malang dapat terhindar dari bencana kebakaran serta segera mendapatkan keberkahan berupa turunnya hujan yang menyegarkan kembali kawasan tersebut. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *