MALANG, Carut3.com – Komitmen kuat dalam mendukung pembinaan atlet usia dini sekaligus memajukan sektor sport tourism di Kota Malang ditunjukkan oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi PS. Perwira menengah kepolisian tersebut hadir secara langsung untuk menyaksikan pergelaran Singo Play-On Grassroot Football Arema FC yang bertempat di Lapangan Luar Stadion Gajayana, Kota Malang, pada Sabtu (31/10/2026).
Kedatangan Kapolresta Malang Kota bersama jajaran pejabat utama Polresta tidak sekadar untuk memberikan suntikan semangat kepada para pesepak bola cilik. Lebih dari itu, Kombes Pol Danang turut memeriahkan suasana dengan ikut menjajal permainan Olahraga Domino (ORADO), yang menjadi salah satu sajian unik dalam rangkaian perhelatan kolaboratif tersebut. Kehadiran jajaran kepolisian ini disambut hangat dan menambah keceriaan ratusan anak-anak serta para orang tua yang setia mendampingi dari pinggir lapangan.
Festival sepak bola anak usia di bawah 12 tahun (U-12) ini diikuti oleh 20 Sekolah Sepak Bola (SSB) pilihan yang tersebar di wilayah Malang Raya. Event yang diselenggarakan secara gratis tanpa memungut biaya ini merupakan buah sinergi dan kolaborasi erat antara manajemen Arema FC, Polresta Malang Kota, serta Pemerintah Kota Malang. Tujuan utamanya adalah menyediakan wadah positif bagi anak-anak untuk mengasah bakat, menambah jam terbang bertanding, serta menanamkan rasa cinta pada olahraga sejak usia dini.

Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas kegigihan dan antusiasme yang ditunjukkan oleh para peserta muda. Menurutnya, kegiatan olahraga berbasis komunitas seperti ini memegang peranan vital dalam menempa karakter generasi penerus bangsa. Melalui ajang kompetisi yang sehat, anak-anak tidak hanya dilatih secara fisik, tetapi juga dibentuk mentalitasnya agar memiliki rasa disiplin, menjunjung tinggi sportivitas, serta memupuk rasa kebersamaan.
Ia menambahkan bahwa sinergitas lintas sektor—mulai dari kepolisian, jajaran pemerintah daerah, klub profesional, hingga elemen masyarakat—harus terus dirawat dan diperluas. Model kerja sama multidimensi ini dinilai efektif untuk melahirkan berbagai program yang produktif, inklusif, serta membawa dampak positif nyata yang berkesinambungan bagi warga Malang Raya.
Menariknya, di sela-sela peninjauan pertandingan sepak bola, Kapolresta menyempatkan diri duduk bersama peserta dan komunitas untuk bertanding dalam permainan Olahraga Domino (ORADO). Menurut penilaiannya, ORADO tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki nilai edukatif yang tinggi. Permainan ini menuntut daya konsentrasi, ketelitian, daya ingat yang kuat, serta kemampuan menyusun strategi secara cerdas dalam mengambil keputusan di situasi kritis.

Selain itu, ORADO juga mengajarkan pentingnya penguasaan emosi, kesabaran, dan sikap sportif saat menghadapi lawan. Selama dimainkan secara sehat dan sesuai koridor aturan yang berlaku, olahraga pikiran ini sangat efektif dijadikan media silaturahmi, sarana interaksi sosial, serta perekat tali persaudaraan antarwarga.
Di sisi lain, Manager Operasional Arema FC, Sudarmaji, menjelaskan pemikiran di balik terselenggaranya Singo Play-On. Kegiatan ini dirancang secara khusus sebagai proyek percontohan (pilot project) untuk mengintegrasikan konsep sport tourism dan smart event. Acara tersebut menggabungkan aktivitas olahraga, sarana hiburan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Keanekaragaman acara menjadi daya tarik utama festival ini. Selain festival sepak bola U-12 dan turnamen ORADO, pengunjung juga disuguhi kompetisi e-sport, pameran otomotif, stan bazar UMKM, serta panggung hiburan rakyat yang menghadirkan pertunjukan musik dari band-band lokal khas Malang. Sudarmaji menegaskan komitmen Arema FC untuk menciptakan ekosistem acara yang berkelanjutan, di mana olahraga dapat berjalan iring-iringan dengan hiburan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Harapannya, Singo Play-On dapat dipatenkan sebagai agenda rutin yang terus memberi manfaat luas bagi publik Malang Raya. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Polresta dan Pemkot Malang yang telah memberikan dukungan penuh hingga acara berjalan sukses.
Atmosfer kemeriahan terpancar jelas di seluruh area festival. Tidak hanya para pemain muda yang bertanding dengan penuh gairah, kawasan Gajayana juga dipadati oleh orang tua, pendamping, serta masyarakat umum. Kehadiran deretan stan kuliner khas, produk clothing karya anak muda Malang, hingga Arema FC Store memberikan ruang promosi yang efektif bagi para pelaku usaha lokal.
Dampak domino dari event ini sangat terasa pada aspek ekonomi. Singo Play-On berhasil mendorong perputaran roda ekonomi bagi pedagang kecil dan komunitas kreatif lokal Kota Malang. Event ini membuktikan bahwa ajang olahraga mampu melampaui batas lapangan: tidak hanya menjadi tempat pembinaan calon atlet masa depan, tetapi juga sarana penguat kebersamaan sosial dan penggerak ekonomi warga.
Dukungan penuh dari Kapolresta Malang Kota dan pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat memperkokoh fondasi kolaborasi antar-komunitas di masa mendatang. Langkah ini menjadi momentum penting untuk mencetak bibit-bibit atlet berprestasi sekaligus memantapkan posisi Kota Malang sebagai destinasi utama sport tourism yang memadukan raihan prestasi, sajian hiburan, dan pemberdayaan ekonomi rakyat. (Isp)