PASURUAN, Carut3.com— Gemuruh sound horeg dari berbagai daerah turut menyemarakkan gelaran selamatan desa dan karnaval budaya yang diselenggarakan warga Desa Jimbaran, Kecamatan Puspo, Kabupaten Pasuruan, pada Sabtu (31/10/2026). Perhelatan tahunan yang dipusatkan di area Balai Desa Puspo ini digelar secara megah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda sekaligus melestarikan adat tradisi lokal.
Ribuan warga dari dalam maupun luar wilayah Kecamatan Puspo tampak memadati sepanjang rute karnaval dengan antusiasme tinggi. Kehadiran sederet armada audio berdaya besar (sound horeg) yang mendatangkan komunitas penikmat musik dari berbagai penjuru daerah menjadi magnet utama yang menambah daya tarik perayaan hiburan rakyat tersebut.

Selain menyajikan pesta hiburan bagi masyarakat luas, rangkaian acara ini difungsikan sebagai ruang perjumpaan sosial untuk menguatkan tali silaturahmi, memelihara kerukunan antarwarga, serta memupuk kembali semangat persatuan pemuda di tingkat tapak.
Guna memastikan jalannya acara berlangsung tertib dan terkendali, jajaran Aparat Penegak Hukum (APH) dari Polsek Puspo bersama unsur pengamanan terkait diterjunkan ke lokasi. Petugas melakukan pengawalan ketat serta pengaturan arus lalu lintas agar seluruh rangkaian kegiatan budaya dan hiburan dapat dinikmati masyarakat secara aman, lancar, dan kondusif.
Kepala Desa Jimbaran, Amin, menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan di tengah keberagaman warga. Dalam amanatnya, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan Sumpah Pemuda sebagai refleksi penguatan gotong royong dalam membangun desa. Menurutnya, keberagaman suku, pandangan, maupun latar belakang sosial merupakan modal dasar pembentukan keharmonisan lingkungan, bukan alasan pemecah belah.
“Kami mengajak seluruh warga Desa Jimbaran untuk terus merawat kekompakan, mengedepankan budaya gotong royong, serta bahu-membahu menciptakan iklim desa yang sejuk, damai, dan aman. Peringatan Sumpah Pemuda ini harus menjadi pengingat bahwa kebersamaan adalah pondasi utama kemajuan desa kita,” tegas Amin di hadapan para pengunjung.

Pemerintah Desa Jimbaran menekankan bahwa esensi peringatan Hari Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada kemewahan perayaan fisik semata, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata di kehidupan sehari-hari. Sikap saling menghargai, menjaga toleransi, serta kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan kunci utama mewujudkan wilayah yang harmonis dan produktif.
Melalui perpaduan antara tradisi selamatan desa, pesta budaya karnaval, dan partisipasi aktif pemuda, perayaan ini diharapkan mampu memperkokoh kebanggaan warga Pasuruan terhadap potensi daerahnya sekaligus menjaga stabilitas keamanan lingkungan secara berkelanjutan. (GA)