MALANG KOTA, Carut3.com – Memanfaatkan momen Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Malang Kota bergerak cepat. Mereka menggelar sosialisasi serentak di sejumlah SD dan SMP untuk mengantisipasi aksi perundungan (bullying), tawuran, hingga penyalahgunaan narkoba sejak dini.
Sejumlah sekolah yang menjadi sasaran edukasi ini antara lain SDN Merjosari 04, SD Muhammadiyah 8 KH Mas Mansur, SMP PGRI 03, dan SMP Negeri 5. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh siswa baru, melainkan juga melibatkan siswa kelas atas agar pesan yang disampaikan bisa dipahami secara kolektif di lingkungan sekolah.

Membentuk Karakter dan Kesadaran Hukum Sejak Dini
Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Khusnul Khotimah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk membangun kesadaran hukum serta karakter positif pada generasi muda.
“Kami memberikan pemahaman sejak dini mengenai dampak hukum dan sosial dari tindakan-tindakan negatif yang dapat merusak masa depan diri sendiri maupun orang lain,” ujar AKP Khusnul.
Materi yang disampaikan pun disesuaikan dengan tingkatan sekolah agar lebih mudah dicerna oleh para siswa:
-
Tingkat Sekolah Dasar (SD): Edukasi difokuskan pada nilai saling menghormati, pentingnya berteman tanpa membeda-bedakan, keberanian melapor jika melihat atau mengalami bullying, serta cara melindungi diri dari orang asing.
-
Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP): Pembahasan diperluas ke arah dampak psikologis korban, sanksi hukum bagi pelaku kekerasan, bahaya narkoba, risiko tawuran, etika menggunakan media sosial, hingga pemahaman mengenai sistem peradilan pidana anak.
Metode Interaktif dan Menyenangkan
Agar sosialisasi tidak terasa membosankan, personel Satreskrim Polresta Malang Kota menggunakan metode dialog interaktif. Para siswa diajak berdiskusi lewat contoh kasus nyata yang sering terjadi di dunia remaja, sehingga mereka bisa bebas bertanya dan mengemukakan pendapat.

Selain memberikan edukasi dari sisi hukum, polisi juga menanamkan nilai-nilai penting seperti:
-
Empati dan kepedulian antarsesama.
-
Disiplin dan tanggung jawab pribadi.
-
Keberanian menjaga lingkungan sekolah agar tetap aman dan inklusif.
Melalui program di awal tahun ajaran baru ini, AKP Khusnul berharap tercipta sinergi yang kuat antara polisi, guru, orang tua, dan siswa dalam menjaga keamanan sekolah.
“Kami ingin membangun budaya pencegahan. Dengan pembinaan sejak dini, semoga lahir generasi muda berkarakter kuat yang mampu menjadi pelopor lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan inspiratif,” tutupnya. (Isp)