Polisi dan Personel Gabungan Kawal Aksi Demo di Balai Kota Malang

IMG-20261021-WA0027

MALANG, Carut3.com– Guna memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan aman dan lancar, sebanyak 220 personel gabungan dari berbagai unsur dikerahkan untuk mengawal aksi unjuk rasa yang digelar oleh Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu di kawasan depan Balai Kota Malang pada Rabu (21/10/2026). Pengamanan ketat namun humanis ini disiapkan untuk menjaga stabilitas keamanan, ketertiban umum, serta memastikan kelancaran arus lalu lintas di sekitar pusat pemerintahan Kota Malang.

Langkah pengamanan terpadu ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dan pemerintah daerah dalam memberikan ruang serta perlindungan bagi masyarakat yang ingin menyampaikan pendapat di muka umum. Di saat yang sama, kehadiran petugas di lapangan juga bertujuan untuk melindungi hak-hak warga sekitar agar aktivitas harian mereka tidak terganggu.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi, melalui Kasi Humas Ipda Lukman Sobikhin, menjelaskan bahwa skema pengamanan ini mengedepankan pendekatan pelayanan masyarakat. Menurutnya, kepolisian berkewajiban menjamin keselamatan baik bagi para demonstran maupun masyarakat umum di sekitar lokasi.

“Kehadiran personel gabungan di lapangan adalah untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pihak. Setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menyuarakan pendapatnya. Namun, kami selalu mengimbau agar pelaksanaan di lapangan tetap menjaga kondusivitas dan saling menghormati kepentingan umum,” ujar Ipda Lukman pada Rabu (21/10/2026).

Komposisi Personel dan Sinergi Lintas Instansi

Untuk mengamankan jalannya aksi secara komprehensif, pengerahan 220 personel tersebut melibatkan berbagai elemen gabungan lintas instansi, dengan rincian sebagai berikut:

  • Polresta Malang Kota: 165 personel

  • Satpol PP Kota Malang: 30 personel

  • Kodim 0833/Kota Malang: 10 personel

  • Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang: 5 personel

  • Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar): 5 personel

  • Dinas Kesehatan (Tenaga Medis): 5 personel

Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarinstansi ini. Penyiapan armada dan tenaga pendukung—mulai dari pengaturan lalu lintas, antisipasi potensi kebakar, hingga kesiapan penanganan medis darurat—dilakukan agar seluruh skenario pengamanan dapat diantisipasi sejak dini.

Pendekatan Humanis dan Penyiapan Rekayasa Lalu Lintas

Dalam arahannya, kepolisian menginstruksikan seluruh personel di lapangan untuk mengedepankan tindakan persuasif dan pendekatan yang humanis. Petugas diminta menjalankan tugas secara profesional tanpa mengurangi hak peserta aksi dalam menyampaikan tuntutan mereka.

“Pendekatan humanis dan dialogis menjadi prioritas utama kami. Kami berharap peserta aksi dari Aliansi Rakyat Bangkit Bersatu dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib, damai, menghindari tindakan anarkis, serta turut menjaga fasilitas publik di sekitar lokasi,” tambah Ipda Lukman.

Selain fokus pada titik konsentrasi massa di area Jalan Tugu, tepatnya di depan Balai Kota dan Gedung DPRD Kota Malang, petugas juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional. Jalur di sekitar Bundaran Tugu akan disesuaikan dengan intensitas kepadatan massa di lapangan.

Pihak kepolisian imbau bagi para pengguna jalan dan pengendara yang hendak melintasi kawasan Jalan Tugu untuk mencari rute alternatif guna menghindari potensi kemacetan. Petugas dari Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Malang Kota siap mengarahkan arus kendaraan secara dinamis selama kegiatan berlangsung.

Sinergi antara Polresta Malang Kota, Kodim 0833, serta Pemerintah Kota Malang ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara penghormatan terhadap hak berdemokrasi dan perlindungan terhadap kenyamanan masyarakat luas, sehingga situasi di Kota Malang tetap aman dan kondusif. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *