MALANG, Carut3.com — Polresta Malang Kota kembali menegaskan komitmennya dalam merawat toleransi serta menjaga kondusivitas wilayah melalui kegiatan kemasyarakatan. Pada Minggu pagi (18/10/2026), Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setyo P.S. mendatangi Gereja Katedral Ijen yang terletak di Jalan Buring Nomor 60, Kelurahan Oro-Oro Dowo, Kecamatan Klojen, untuk memimpin pelaksanaan program Minggu Kasih.
Agenda ini dirancang sebagai ruang dialog inklusif antara aparat penegak hukum dan umat Kristiani, sekaligus menjadi medium untuk menyerap berbagai aspirasi, keluhan, serta masukan dari warga secara langsung. Langkah ini sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat yang diusung oleh jajaran kepolisian.
Mempererat Tali Silaturahmi dan Sinergi Lintas Agama
Kedatangan Kapolresta beserta jajaran Pejabat Utama (PJU) disambut hangat oleh tokoh-tokoh agama Katolik Keuskupan Malang, di antaranya Uskup M.G.R. Henricus Pidyarto Gunawan, O. Carm. dan Romo Petrus Prihatin Projo.
Tampak hadir mendampingi Kapolresta dalam dialog ini:
-
Kompol Moch. Budiarto (Kabaglog Polresta Malang Kota)
-
Kompol Agus Sutanto (Kasat Intelkam Polresta Malang Kota)
-
Kompol Riyan Wahyuningtiyas (Kapolsek Klojen)
-
Ipda Eva Khusnul (Kanitbinmas Polsek Klojen)
-
Aiptu Novianto Adi (Bhabinkamtibmas Kelurahan Oro-Oro Dowo)
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, diskusi tidak hanya membahas perihal keamanan tempat ibadah, tetapi juga membedah pentingnya kolaborasi antar-elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan dan keberagaman sosial di Kota Malang.

Pesan Kamtibmas: Keamanan Adalah Tanggung Jawab Bersama
Di hadapan para jemaat yang hadir, Kombes Pol Danang Setyo P.S. menekankan bahwa jaminan rasa aman saat beribadah maupun menjalankan aktivitas harian merupakan hak setiap warga negara. Kepolisian berkomitmen penuh untuk hadir sebagai pelindung dan pengayom seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan latar belakang.
Namun, ia juga menggarisbawahi bahwa pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada petugas di lapangan. Kesadaran dan kewaspadaan mandiri dari masyarakat merupakan benteng utama dalam mencegah terjadinya tindak kriminalitas.
“Setiap orang berpotensi menjadi pelaku maupun korban kejahatan. Karena itu, mari bersama-sama menjaga diri, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain,” ujar Danang saat menyampaikan imbauannya.
Ia menambahkan bahwa interaksi yang intensif antara pengurus rumah ibadah dan pihak kepolisian sangat krusial untuk mendeteksi serta memitigasi potensi gangguan keamanan sejak dini.
Akses Cepat Layanan Darurat Tanpa Biaya
Guna memberikan kepastian perlindungan yang cepat dan akurat, Polresta Malang Kota memanfaatkan momen Minggu Kasih ini untuk membagikan saluran komunikasi darurat yang dapat diakses oleh seluruh warga kapan saja secara gratis:
| Jenis Layanan | Kontak / Nomor Telepon | Keterangan |
| Call Center Hotline Polri | 110 | Bebas pulsa untuk kondisi darurat umum |
| Pengaduan Polresta Malang Kota | 0811-1272-000 | Program Jogo Malang (layanan cepat) |
Masyarakat diimbau untuk menyimpan nomor-nomor tersebut pada ponsel pribadi masing-masing agar dapat segera melapor jika mendapati potensi kejahatan, tindakan mencurigakan, atau situasi darurat di lingkungan sekitar.

Pendekatan Humanis yang Berkelanjutan
Program Minggu Kasih diresmikan sebagai sarana komunikasi dua arah yang menempatkan masyarakat sebagai mitra aktif kepolisian. Melalui pendekatan yang responsif dan humanis, Polri berupaya mengikis jarak dengan warga sehingga kritik maupun saran dapat disampaikan secara terbuka demi perbaikan kinerja institusi.
Kapolresta menegaskan bahwa program serupa akan terus digulirkan secara konsisten setiap pekan di berbagai gereja di seluruh wilayah hukum Polresta Malang Kota, menyesuaikan dengan jadwal ibadah masing-masing tempat ibadah.
Dengan terus dibukanya kanal-kanal dialog ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap Polri semakin solid, kerukunan antarumat beragama makin mengakar, dan Kota Malang tetap menjadi kota yang aman, damai, serta kondusif bagi semua warga. (Isp)