Polresta Malang Kota Siagakan 357 Personel Tanggap Bencana Hidrometeorologi

IMG-20261106-WA0010

MALANG, Carut3.com– Guna mengantisipasi dampak buruk lonjakan curah hujan akibat peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota menyiagakan ratusan personel dalam Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan bahwa skenario penanganan darurat di wilayah Kota Malang dapat berjalan cepat, terstruktur, dan efektif.

Kegiatan gelar pasukan dan sarana prasarana tersebut dipusatkan di Lapangan Buring, kawasan belakang GOR Ken Arok, Jalan Kalianyar, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Malang. Sebanyak 357 personel gabungan dikerahkan, yang terdiri atas 172 anggota Polresta Malang Kota serta 185 personel gabungan dari unsur eksternal seperti TNI, BPBD, Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kesehatan, dan relawan kebencanaan.

Mitigasi Dini dan Pemetaan Wilayah Rawan

Apel siaga yang dipimpin langsung oleh Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Danang Setiyo PS, ini mengedepankan prinsip pencegahan sebelum krisis terjadi. Dalam amanatnya, Danang menegaskan bahwa intensitas hujan yang meningkat secara signifikan berpotensi membawa gangguan keselamatan bagi warganya serta melumpuhkan mobilitas perkotaan jika tidak diantisipasi sedini mungkin.

Berdasarkan analisis dan evaluasi kejadian pada musim hujan sebelumnya, jajaran Polresta Malang Kota telah memetakan beberapa titik kritis yang membutuhkan perhatian ekstra:

  • Kawasan Rawan Genangan Air dan Banjir: Pemantauan intensif diarahkan ke wilayah Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Lowokwaru, terutama pada jalur arteri vital seperti Jalan Ahmad Yani dan kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat).

  • Kawasan Rawan Longsor dan Bantaran Sungai: Kawasan pemukiman di sepanjang aliran Sungai Brantas yang melintasi Kecamatan Klojen, Kedungkandang, dan Sukun menjadi prioritas mitigasi, khususnya pada area perbukitan dan tebing dengan struktur tanah yang rentan erosi.

“Prinsip utama kita adalah hadir lebih awal. Kita tidak boleh menunggu sampai bencana terjadi baru sibuk bergerak. Langkah pencegahan dan kesiapsiagaan harus dipangku bersama untuk menekan potensi kerugian dan korban,” tegas Kombes Pol Danang.

Pengecekan Kesiapan Peralatan dan Penekanan Ego Sektoral

Setelah memimpin barisan apel, Kapolresta bersama unsur pimpinan instansi terkait melakukan inspeksi mendalam terhadap seluruh alutsista dan peralatan tanggap darurat. Pemeriksaan meliputi armada kendaraan operasional, peralatan Pencarian dan Pertolongan (SAR), unit ambulans, perlengkapan medis darurat, hingga alat pemotong kayu untuk penanganan pohon tumbang.

Selain kesiapan teknis, ketepatan respons di lapangan sangat bergantung pada soliditas antarinstansi. Danang meminta seluruh jajaran dari tingkat Polres hingga Polsek untuk memperkuat koordinasi dengan BPBD serta pemangku kepentingan lainnya. Seluruh elemen diimbau menyingkirkan ego sektoral demi mengutamakan keselamatan jiwa masyarakat.

“Keselamatan warga adalah hukum tertinggi. Respons cepat, pengamanan area bencana, rekayasa lalu lintas, hingga skenario evakuasi warga yang berada di zona merah harus dieksekusi tanpa jeda,” tambahnya.

Peran Serta Masyarakat dalam Pencegahan Bencana

Tak hanya mengandalkan petugas di lapangan, mitigasi bencana hidrometeorologi juga menuntut partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Warga Kota Malang diimbau untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dengan langkah-langkah konkret:

  1. Menjaga Kebersihan Lingkungan: Gotong royong membersihkan saluran air (drainase) pemukiman dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke aliran sungai.

  2. Perapian Pohon Rawan Tumbang: Berkoordinasi dengan DLH atau BPBD untuk memangkas dahan pohon tua yang berpotensi membahayakan pengguna jalan saat angin kencang.

  3. Pelaporan Dini: Segera melaporkan kepada pihak berwajib atau posko tanggap bencana terdekat jika menemukan potensi bahaya seperti pergeseran tanah atau retakan pada tebing.

Melalui sinergi kuat antara aparat perbantuan dan masyarakat, Polresta Malang Kota optimistis dinamika perubahan cuaca ekstrem di Kota Malang dapat dihadapi dengan ketahanan fisik maupun manajerial yang tangguh. (Isp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *