Malang, Carut3.com – Kepolisian Resor Kota Malang Kota terus berupaya mempererat hubungan dengan warga lokal melalui strategi pendekatan langsung di lapangan. Langkah ini ditunjukkan oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi yang menggelar agenda Sambang Kamtibmas di kawasan Kampung Putih, Kelurahan Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang pada Minggu malam.
Didampingi oleh Wakapolresta AKBP Lex Sandy Siregar, pejabat utama, Kapolsek Klojen, hingga Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto, jajaran kepolisian duduk bersama masyarakat untuk mendengarkan masukan serta memetakan berbagai persoalan di lingkungan pemukiman tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Kombes Danang menekankan pentingnya menjaga kondusivitas Kota Malang yang selama ini tergolong aman dan tenteram. Menurutnya, pemeliharaan keamanan lingkungan bukan semata-mata tugas polisi, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga.

Selain masalah keamanan fisik, perhatian khusus juga disorot pada pengawasan generasi muda di era digital. Para orang tua diimbau untuk lebih ekstra mengawasi penggunaan ponsel cerdas serta media sosial pada anak-anak dan cucu mereka. Langkah pencegahan ini dinilai krusial agar anak-anak tidak terpapar paham radikal, konten berbahaya, atau bahkan terjerat dalam tindakan kriminalitas cyber.
Audiensi berlangsung interaktif saat perwakilan warga menyampaikan sejumlah keluhan dan usulan terkait pelayanan publik:
-
Layanan SIM Keliling: Ketua RT 05, Eswan, mengusulkan agar program SIM Bhabinkamtibmas kembali diaktifkan secara rutin dengan penambahan kuota pendaftaran bagi warga sekitar.
-
Masa Tenggang SIM: Ketua RT 06, Senedi, menyuarakan aspirasi terkait kemungkinan pemberian kebijakan masa dispensasi atau masa tenggang bagi pemilik SIM yang masa berlakunya telah habis.

Pihak kepolisian menampung seluruh masukan tersebut sebagai bahan evaluasi layanan publik. Warga juga diingatkan untuk memanfaatkan saluran darurat Call Center 110 yang aktif selama 24 jam nonstop jika membutuhkan bantuan kepolisian mendadak atau ingin melaporkan tindak kejahatan.
Di luar topik keamanan, dialog juga menyentuh nilai historis Kampung Putih yang berada di bantaran Sungai Brantas. Kawasan yang dahulunya padat kini telah bertransformasi menjadi permukiman tematik yang bersih dan berpotensi menjadi destinasi wisata lokal.
Melihat potensi tersebut, Kombes Danang tidak hanya berkomitmen menjaga keamanan kawasan wisata ini, tetapi juga tergerak untuk mendukung pelestarian warisan budaya Kota Malang. Salah satu rencana konkret yang disampaikan adalah mengkaji serta mendokumentasikan kekayaan kebudayaan lokal, termasuk bahasa khas Walikan Malang, ke dalam bentuk buku atau kamus resmi. Upaya ini diharapkan dapat menjaga identitas budaya khas Malang agar tidak hilang ditelan zaman serta dapat diwariskan secara turun-temurun kepada generasi mendatang. (Isp)