SITUBONDO .Carut3.Com.— Proyek revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, yang menelan anggaran mencapai Rp972.805.000 (hampir satu miliar rupiah) Tahun Anggaran 2026 kini menjadi sorotan publik. Rabu 9/9/2026.
Sejumlah warga sekitar menduga pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak sepenuhnya memenuhi ketentuan teknis maupun administrasi yang berlaku.
Berdasarkan pantauan warga sejak awal dimulainya proyek, pelaksanaan pekerjaan tidak menggunakan alat pendukung seperti molen/pengaduk beton yang layak, serta terlihat kurangnya penerapan Alat Pelindung Diri (APD) dan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja di lokasi proyek.
Hal ini memicu kekhawatiran akan kualitas bangunan serta keselamatan kerja, mengingat sekolah ini melayani anak-anak berkebutuhan khusus.
Warga sekitar meminta instansi terkait, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, hingga pengawas anggaran — untuk melakukan pengawasan lebih ketat dan mendalam terhadap seluruh proses pelaksanaan proyek.
Masyarakat berharap dana besar yang bersumber dari uang negara benar-benar dikelola secara transparan, akuntabel, dan menghasilkan fasilitas sekolah yang berkualitas, aman, serta layak bagi para peserta didik.
Hingga berita ini diturunkan, tim media telah berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Sekolah SLB Negeri Demung, Umi Waroka, namun pihak sekolah menyatakan sedang berada di luar kota sehingga belum dapat memberikan keterangan.
Upaya menghubungi pihak pelaksana pekerjaan melalui telepon maupun pesan WhatsApp juga belum mendapatkan tanggapan, pihak pelaksana bungkam.
Masyarakat berharap aparat pengawas dan penegak hukum terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan langsung.
Memastikan proyek berjalan sesuai aturan perundang-undangan, serta menjamin tidak ada penyimpangan yang merugikan negara dan kepentingan anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Demung.(Kaguk)